Sumenep-Infokom News Room : Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM ketika memberikan sambutan pada acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Gedung Korpri, Jum’at (09/09) merasa prihatin karena yang seharusnya peringatan keagamaan itu dihadiri oleh pegawai Pemkab dari masing-masing unit satuan kerja, ternyata banyak yang tidak hadir. Hal itu terbukti dari kursi yang disediakan panitia masih banyak yang kosong, walaupun sebenarnya dari masing-masing satuan kerja telah diberikan plafon yang wajib hadir. Menurut Bupati mereka yang tidak mau hadir atau enggan hadir ke pengajian, mungkin masih dalam keadaan sakit atau belum terbuka hatinya. Padahal kata Bupati, acara itu sangat penting guna menambah pengetahuan sebagai bekal dalam kehidupan serta memperoleh hidayah atau petunjuk dari Allah SWT. Dengan mengutip salah satu ayat Al-Qur’an, KH. Moh. Ramdlan Siraj mengatakan, bahwa sebenarnya semua manusia itu dalam keadaan sesat, oleh karena itu seandainya manusia tidak mendapat petunjuk dari Allah SWT, tidak mungkin mempunyai arah dalam kehidupannya. Kaitannya dengan memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Bupati juga mengingatkan agar aparat Pemkab tidak melupakan sholat lima waktu, karena sholat mempunyai makna yang sangat signifikan dalam kehidupan manusia. Sementara itu KH. Sayuti dari Pamekasan ketika memberikan ceramah mengatakan, bahwa dalam kondisi apapun, manusia harus selalu bersyukur, karena semua itu adalah kehendak Allah SWT. Oleh karena itu ingat dan dekatlah kepada Allah SWT, agar apa yang kita inginkan dikabulkan oleh Allah SWT. Menurut KH. Sayuti, dengan nikmatnya kita hidup, kita lupa pada Allah SWT. Kita baru ingat pada Allah SWT ketika nyawa kita mau dicabut. Oleh karena itu dengan memperingati Isra’ Mi’raj ini, paling tidak untuk mengingatkan kita tentang kekuasaan Allah SWT sebagai pedoman dalam kehidupan manusia, baik hubungan antar manusia maupun hubungan antara manusia dengan sang pencipta. Ketika mengakhiri ceramahnya, KH. Sayuti mengajak agar kita sebagai umat Islam untuk menegakkan sholat yang baik dan benar sesuai tuntunan agama, karena baik buruknya tingkah laku manusia dapat dilihat dari sholatnya. ( Kh, Esha )