News Room, Rabu ( 18/06 ) Kedatangan Calon Wakil Presiden, H. Jusuf Kalla (JK) di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nuqoyah, Kecamatan Guluk-guluk disambut ribuan masyarakat dan santri di Ponpes setempat, Rabu (18/06) siang. JK tiba di Ponpes An-Nuqayah sekitar pukul 11.45 WIB, menggunakan helikopter dan langsung suwan terlebih dahulu ke kediaman salah satu pengasuh ponpes, KH. Basyir AS. Usai melakukan pertemuan terbatas, JK menuju Aula Kampus INSTIKA yang kemudian disambut dengan pembacaan Shalawat Nabi oleh santri dan masyarakat. Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Sumenep, KH. A. Busyro Karim mengungkapkan, perjuangan Aswaja Ahlus Sunah Waljamaah merupakan hal utama yang dipegang oleh Capres-Cawapres Jokowi-JK. “Maka menjadi wajib Capres-Cawapres Jokowi-JK untuk dipillih,”tegas KH. Busyro Karim dalam sambutan penyambutan Cawapres JK di Ponpes An-Nuqoyah, Guluk-guluk, Sumenep, Rabu (18/06). KH. Busyro memastikan, perolehan suara Jokowi-JK di Sumenep mampu meraup 60 persen suara. “Kita yakin pasangan Capres Jokowi-JK akan memperoleh 60 persen suara di Sumenep,”tuturnya. Sementara Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengemukakan, bahwa Madura merupakan poros pembangunan bangsa dengan karakter masyarakatnya yang pekerja keras. “Oleh karenanya, kami mohon doa restu dan dukungannya pada Pilpres, dalam rangka membangun bangsa, demi kepentingan dan kemajuan bangsa. Hanya dengan kesatuan, bangsa bisa dibangun menuju sejahtera,”terang JK di auditorium INSTIKA, Guluk-guluk, Sumenep. Menurut JK, semua sepakat bahwa pendidikan adalah tiang utama untuk pembangunan bangsa, dan peningkatan pendidikan itu sudah jelas merupakan program Jokowi-JK. “Meningkatkan Ahlus Sunah Wal Jamaah tentu kewajiban kita semua,”tandasnya. JK juga menepis isu bahwa Kementerian Agama dari warga syiah. Padahal, sudah tidak mungkin akan dilakukan dalam penyusunan kabinetnya. Selain itu, JK menyinggung soal ekonomi yang memihak pada masyarakat yang harus ditingkatkan agar kemiskinan dapat ditekan. “Madura itu poros pembangunan, karena masyarakat Madura adalah pekerja keras,”tukasnya. ( Nita, Esha )