Sumenep-Kominfo News Room : Pemerintah Daerah sejatinya merespon positif atas keinginan Fraksi-fraksi DPRD Sumenep dalam RAPBD tahun 2006 ini, untuk lebih difokuskan kepada kepentingan masyarakat, semisal di bidang pendidikan. Pada acara jawaban Eksekutif atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Sumenep di gedung DPRD, Senin pagi (01/05), Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM ketika menanggapi saran Fraksi Perjuangan Reformasi Ummat (FPRU), Fraksi Amanat Rakyat (FAR) dan Fraksi Partai Golongan Karya (FPGK) mengatakan, sebenarnya pelaksanaan regrouping sekolah telah dimulai sejak tahun 2004 dan tahun 2005. Regrouping sekolah pada tahun 2004 sebanyak 16 sekolah dan pada tahun 2005 sebanyak 8 sekolah. Sedangkan untuk tahun 2006 ini pemerintah daerah tidak hanya mereogruping sekolah yang muridanya sedikit, tetapi juga pada sekolah- sekolah yang berada dalam satu area, melalui program tipenisasi sekolah. Namun demikian tegas Bupati, terkait dengan pembebasan biaya pendidikan sekolah SD hingga SMA, dapatnya dipertimbangkan kembali, alasannya, sesuatu yang nampaknya baik tidak selamanya berdampak positif. Begitu pula bantuan keuangan bagi Perguruan Tinggi (PT), telah dilakukan pada tahun 2003 hingga tahun 2005, sedangkan untuk tahun 2006 ini, pemerintah daerah memang merencanakan bantuan itu lebih meningkat dari sebelumnya, hal ini agar pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Perguruan Tinggi itu dapat menghasilakan sarjana yang berkwalitas dan mahasiawa yang memiliki kebanggaan terhadap lembaga Perguruan Tinggi. ( Yasik, Esha )