News Room, Rabu ( 09/03 ) Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyerukan Dinas Peternakan di Kabupaten Sumenep dan Madura pada umumnya, untuk memantau dan mengawasi penjualan sapi keluar daerah, terutama ke wilayah Kalimantan. Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Suparwoko Adisoemarto ketika melakukan kunjungan kerjanya di Sumenep mengatakan, pengawasan penjualan sapi keluar daerah Madura, terutama ke wilayah Kalimantan, untuk mencegah peternak sapi menjual sapi Madura ke negara Malaysia. Jika tidak dilakukan pengawasan dan pemantauan penjualan sapi tersebut, dikhawatirkan sapi Madura berkembang biak di Malaysia dan ujung-ujungnya, ternak sapi Madura kembali di klaim sebagai sapi Malasyia, seperti yang terjadi pada seni dan budaya Indonesia. ”Jadi pengawasan itu untuk mencegah semakin banyaknya sapi Madura yang dijual di negara Malaysia, sebab diduga saat ini sudah ada sapi Indonesia di daerah Sabah dan Serawak yang mencapai ribuan ekor sapi Madura yang ada di Malaysia, sehingga kami khawatir ternak sapi Madura diakui ternak asli Malaysia, seperti budaya reok dan batik,”tegasnya. Suparwoko Adisoemarto menyatakan, untuk mengantisipasi pengakuan dari negara lain, Gubernur Jawa Timur sudah meminta pemerintah pusat untuk melindungi sapi Madura dengan ketetapan pemerintah. Dan, alhasil pemerintah melalui Menteri Pertanian (Mentan) mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tanggal 23 Nopember 2010 tentang Penetapan Rumpun Sapi Madura. Pihaknya berharap semua pihak, dan masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan sapi Madura dengan tidak menjual ternak sapinya ke negara luar, agar tidak diklaim negara lain. Bahkan, pihaknya juga berkerja sama dengan pihak terkait lainnya, seperti Karantina dan Sahbandar untuk ikut mengawasi penjualan sapi keluar daerah Madura. ”Kita memang tidak mempunyai strategi untuk menjual sapi Indonesi ke negara luar, berbeda dengan negara Australia yang mempunyai strategi dalam menjual sapinya ke negara lain, yakni untuk sapi jantan dimandulkan, sehingga tidak bisa menurunkan ketrurunannya di negara lain, begitu pula sapi betina kalau tidak bersertifikat diberi suntikan khusus untuk bisa melahirkan satu kali saja,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )