News Room, Senin ( 15/04 ) Warga di sekitar Keraton Sumenep, tepatnya di depan "Rumah Pintar", Senin (15/04) pagi geger. Seorang wanita paruh baya, penjual kopi dan nasi bungkus yang dikenal bernama Siti Rohani (50), tergeletak bersimbah darah penuh luka bacok di sekujur tubuhnya. Salah satu saksi mata, Iskandar mengatakan, ketika dirinya akan membuka warung dan melewati "Labang Mesem" Keraton Sumenep, lamat-lamat dirinya mendengar teriakan minta tolong. Setelah ditelusuri, ternyata suara itu berasal dari arah ‘Rumah Pintar’. “Sesampainya di depan "Rumah Pintar", ternyata ada perempuan meminta tolong, badannya penuh darah. Dia jatuh tergeletak di teras Rumah Pintar,” katanya. Iskandar melihat korban terluka bacok di kedua tangannya, kemudian di kaki, dan perut. Bahkan luka sabetan benda tajam di perut Siti Rohani menyebabkan ususnya terburai keluar. “Saya tidak berani menolong. Saya langsung laporkan kejadian ini ke Polisi. Siti Rohani kemudian dibawa ke Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar,” ungkapnya. Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum ditemukan terluka, korban memang sering terlihat cekcok dengan suaminya. Adu mulut antara korban dan suaminya mencapai puncaknya pada Senin pagi, dan diduga karena gelap mata, suami korban tega melukai istrinya dengan pisau dapur. Kasus ini tengah ditangani aparat Kepolisian, yang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di sekitar lokasi Rumah Pintar Keraton Sumenep dan warung kopi milik korban pun dipasang "police line". Kapolsek Kota Sumenep, AKP Mohammad Heri mengungkapkan, polisi masih mendalami kasus tersebut, dengan meminta keterangan korban. “Jadi, motif pembacokan terhadap korban yang diduga dilakukan suaminya masih belum diketahui,” pungkasnya. ( Nita, Fery )