Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-07-2009
  • 663 Kali

Seribu Harapan Nelayan Desa Dapenda

News Room, Kamis ( 30/07 ) Ditengah kesulitan yang tidak menentu dalam perniagaan di laut, nelayan Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang, ternyata masih menyimpan harapan untuk menambah penghasilan melalui usaha bersama yang bisa dikelola oleh kelompok atau Koperasi nelayan dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi harapan nelayan sejak beberapa tahun silam, tepatnya sejak tahun 90-an, nelayan setempat sebenarnya menginginkan adanya Koperasi Unit Desa (KUD) yang dapat menampung hasil tangkapan nelayan dan mencarikan pemasaran yang memiliki nilai jual tinggi. “Selama ini biasanya hasil tangkapan kami dijual ke tengkulak, yang selalu tidak memberikan harga yang layak, dan begitu gampang menurunkan harga ikan sesuai selera mereka,” aku salah seorang wrga Desa Dapenda, Matzeri. Matzeri yang juga Kadus Lebbak Desa Dapenda ini berharap, apa yang menjadi harapan nelayan di desanya bisa mendapat perhatian pemerintah dan menjadi kenyataan, ditengah kesulitan nelayan dengan kondisi laut yang masih kurang bersahabat utamanya menjelang musim angin sekarang ini. Disamping itu jelas Matzeri, sekitar 50 nelayan di Dusun Lebbak dan Dusun Lebbak Tenggina, sering mengalami kesulitan ketika menambatkan perahunya di pinggir pantai, akibat hantaman ombak. Karena itu, pihaknya berharap adanya tambatan perahu yang representatif, sehingga perahu nelayan aman. Sebab, selama ini sering terbawa arus hingga jauh bahkan ada yang tengkurep ketika dihantam ombak besar. Tak hanya itu, ketika air pasang, seringkali air laut hinngga masuk ke rumah-rumah penduduk yang ada dipesisir pantai. Sehingga ketika memasuki bulan Agustus hingga Oktober yang biasanya air pasang besar, membuat tangkis laut dengan alat tradisional, yakni dengan bambu dan berbagai batang pohon seadanya. Karena itu Matzeri juga berharap, akan ada pembangunan tangkis laut sepanjang sekitar 2-3 kilometer sepanjang pantai di dua Dusun tersebut, sehingga petani tidak terlalu mengkhawatirkan ketika air pasang masuk kerumah mereka. ( Ren, Adjie )