Media Center, Selasa ( 18/04 ) Serapan anggaran pada triwulan pertama tahun 2017 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih rendah. Itu diketahui berdasarkan hasil evaluasi per 11 April 2017, sehingga ke depan perlu ada percepatan serapan anggaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si, menjelaskan, untuk serapan anggaran pada triwulan pertama masih 5 persen pada belanja langsung, dan baru sekitar 10 persen pada belanja tak langsung.
"Minimnya serapan anggaran hingga triwulan pertama, karena memang ada keterlambatan di awal. Sebab, hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur terhadap pembahasan APBD, baru turun pada tanggal 12 Januari 2017,"terang Sekda Sumenep, Selasa (18/04).
Sekda menuturkan, akibat keterlambatan itu maka pemakaian anggaran pun terhambat. Biasanya, Pemkab sudah mulai kerja per 1 Januari, tapi tahun ini justru mundur.
“Sebetulnya itu bukan alasan untuk membela diri. Tapi kenyataannya memang seperti itu. Kalau sebelumnya, kan 1 Januari kita sudah start,”ujarnya.
Sekda memastikan, ke depan pihaknya akan melakukan percepatan serapan anggaran. Agar bisa sesuai dengan target yang ingin dicapai.
“Kita akan koordinasikan dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, supaya serapan anggaran sesuai target,”pungkasnya. ( Nita, Esha )