Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-11-2021
  • 548 Kali

Serah Terima Kegiatan CFW 2021 Dilakukan Tujuh Desa Di Sumenep

Media Center, Selasa ( 23/11 ) Sebanyak Tujuh desa di Kabupaten Sumenep melaksanakan penandatanganan berita acara serah terima kegiatan 'Cash For Work" CFW Tahun Anggaran 2021, di Balai Desa Pamolokan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Selasa (23/11/2021).

Ketujuh desa penerima CFW tersebut, yakni Desa Pamolokan, Kacongan, Kebunan, Pabian di Kecamatan Kota, Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten serta Desa Kalianget Timur dan Desa Marengan Daya Kecamatan Kalianget.

Team Koorkot klaster 4 Surabaya, Abdussalam, S.Sos, M.Si, pada kesempatan tersebut mengungkapkan, seremonial serah terima kegiatan CFW yang sudah dilakukan saat ini pada prinsipnya merupakan serah terima aset dari Pemerintah Provinsi ke Kabupaten Sumenep, kemudian dari Kabupaten ke pemerintah desa hingga kemudian kepada Kelompok Pemeliharaan dan Pemanfaatan (KPP).

"Dengan serah terima CFW ini diharapkan KPP bisa berfungsi seperti halnya merawat lingkungan, memelihara dan bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya,  sehingga organisasi KPP bisa berjalan dengan baik di masing-masing desa," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan CFW sudah selesai, karenanya saat ini diserahterimakan dan secara administrasi juga selesai dengan mengundang seluruh unsur terkait termasuk dari Pemkab Sumenep.

Hal itu dimaksudkan agar ke depan kolaborasi terus dilakukan dan tidak ada masalah, karena selain secara administrasi maupun fisik dengan dana sekitar tiga ratus juta Rupiah juga sudah selesai dan clear dilaksanakan tahun 2021 di masing-masing desa, sehingga clear antara proposal dengan realisasi.

Meskipun diakui, terkadang realisasi di lapangan, misalnya di lokasi pembangunan yang dilakukan perbaikan dan pemeliharaan ada mobil material masuk dan ketika terjadi kerusakan dan lain-lain saat dilakukan uji petik dan ada temuan tetap harus dibenahi karena prinsipnya minimal 5 tahun CFW ini melakukan pemeliharaan.

“Karena itulah diperlukan kolaborasi dan sinergitas dalam melaksanakan pembangunan yang bermanfaat dari dana negara dan dengan sektor terkait ini,” tandasnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si diwakili Kepala Subbidang Pekerjaan Umum dan Perhubungan, Andre Zulkarnain, ST, MT, menyatakan, sejumlah desa di Sumenep sudah banyak mendapat program pembangunan pemberdayaan baik dari pusat, provinsi hingga daerah.

Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan baik infrastruktur, lingkungan dan sosial yang sudah berjalan selama ini sangat bagus. Khususnya dalam swakelola padat karya tunai seperti CFW ini menjadi program prioritas pemberdayaan yang memanfaatkan tenaga kerja masyarakat setempat.

"Kegiatan CFW ini salah satu bentuk penanganan ekonomi dari pemerintah pusat dan tepat dilaksanakan dengan program Kotaku, karena dilaksanakan dengan fleksibel dan lebih mengena. Apalagi dalam beberapa tahun kelembagaan di bawah sudah terstuktur di tingkat desa mulai Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan sebagainya yang dulu namanya PNMP," jelasnya.

Senada, Kepala Desa (Kades) Pamolokan, Rachmad Ariadi, mewakili Kades lainnya yang desanya sudah melaksanakan kegiatan CFW, mengakui hasilnya sudah dinikmati masyarakat. Sebab, ini merupakan salah satu program bantuan terdampak COVID-19 dalam menanggulangi dampak ekonomi yang dialami masyarakat.

Sehingga, pihaknya juga bersyukur kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat sekitar yang bisa terlibat dalam pembangunan melalui kegiatan CFW tersebut. Dan hasilnya juga bagus saat dilakukan monitoring oleh Tim Fasilitator dan sebagainya, dan ketika ada yang perlu dibenahi segera disigapi oleh masyarakat.

"Syukurlah, sekitar 50 orang di desa kami yang terlibat dalam pekerjaan CFW, sehingga mereka puas dengan hasilnya karena melaksanakan pembangunan di wilayahnya sendiri mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaannya." ujarnya.

Serah terima kegiatan CFW kali ini dihadiri seluruh unsur mulai dari Team Korkot klaster 4 Surabaya, Bappeda Sumenep, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Tim Faskel, Camat di tiga Kecamatan penerima CFW, Kepala Desa, BKM, KSM, dan KPP. Dan selanjutnya kegiatan tersebut diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng. ( Ren, Fer )