Sumenep-Infokom News Room : Gara-gara ingin menyeberangi sungai, seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mu’allimin di Pondok Pesantren Al-Amin Kecamatan Prenduan, tewas terhanyut. Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Budiono Sandi, SH melalui Pelaksana harian (Plh) Kapolsek Prenduan, IPDA Hartono, ketika dihubungi via telpon menuturkan, korban Lukman Jauhari (16) warga Desa Tengedan Kecamatan Batuputih itu berhasil ditemukan, Jum’at (02/12) sekitar pukul 06.30 WIB, ketika tim gabungan, yakni Polsek Prenduan dan Tim SAR dari Brimob Pamekasan melakukan penyisiran disepanjang aliran sungai. Ceritanya, pada hari Kamis kemarin (01/12) sekitar pukul 15.30 WIB, korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD tersebut, bermain dengan teman-temannya ditepi sungai. Berdasarkan keterangan dari saksi mata, yang enggan dipublikasikan identitasnya mengatakan, bahwa pada saat itu korban ingin menyeberangi sungai, namun sesampainya di tengah sungai, tiba-tiba dari arah utara sungai tersebut, datang air yang mengalir sangat deras, dimungkinkan karena daerah hulu sedang turun hujan, sehingga putra Suhrawardi tersebut terhanyut dan hilang. Mengetahui hal itu, saksi mata langsung menginformasikan kepada pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien, yang kemudian dilaporkan ke Polsek Prenduan. Hartono menerangkan, dengan adanya laporan tersebut, pihaknya langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, pihaknya menginformasikan kepada Kapolres Sumenep, AKBP Budiono Sandi. Ditambahkan, sekitar pukul 19.00 WIB tim gabungan, yang melibatkan Tim SAR dari Brimob Pamekasan, secara serentak melakukan pencarian, yang dipimpin langsung Kapolres Sumenep. Namun, menurut Hartono, hingga pukul 04.00 WIB, korban belum ditemukan, sehingga pencarian di istirahatkan. Sekitar pukul 06.00 WIB, tim gabungan kembali melakukan penyisiran. Alhasil, sekitar pukul 06.30 WIB, tim gabungan berhasil menemukan mayat laki-laki yang terdampar ditepi sungai, kira-kira 100 meter dari laut Pakamban. Setelah ditemukan, mayat tersebut langsung di evakuasi dan dibawa ke Pondok Pesantren Al-Amien. Hartono memaparkan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dokter di Puskesmas Prenduan, korban dinyatakan murni kecelakaan sendiri, karena terdapat luka-luka disekitar kepala, yakni wajah, kepala bagian belakang dan lengan sebelah kiri, yang dimungkinkan akibat benturan benda tumpul atau batu. ( Nita, Esha )