Media Center, Senin ( 23/10 ) Seorang pelajar yang diketahui bernama Alisa Hariyani (15), warga Jalan
Saluran Air, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura,
Jawa Timur, tewas dianiaya.
Korban meninggal dunia saat dirawat
di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.
H. Moh. Anwar Sumenep, tadi malam (23/10) sekitar pukul 20.00 WIB.
Gadis MTs itu ditemukan penuh luka dan kritis pada hari Minggu (22/10)
sekitar pukul 06.00 WIB di jalan setapak Dusun Janjang, Desa Mantajun,
Kecamatan Dasuk.
“Korban meninggal dunia di rumah sakit dan sudah dikebumikan oleh keluarganya,”kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, dalam grup WA Police Patner, Senin (23/10).
Namun begitu,
pihaknya belum berani menjelaskan apa motif dari penganiayaan itu, serta
siapa pelakunya.
“Untuk pelaku dan motifnya masih dalam proses penyelidikan,”paparnya.
Untuk diketahui, sebelum ditemukan penuh luka dan kritis di sebuah
tegalan di Desa mantajun. Korban pada hari Sabtu
(21/10) sekitar pukul 16.00 WIB, sempat pamit pada orang tuanya, Misnawi
dan Insya', untuk ke tempat foto copy.
Namun sampai malam
menjelang, korban tak kunjung pulang. Alhasil, sang orang tua meminta
bantuan kepada Misdi, yang merupakan kakak ipar Alisa Hariyani, untuk
menanyakan anaknya yang tidak kunjung pulang tersebut.
"Misdi pun mencari Alisa Hariyani ke tempat foto copy di dekat rumahnya, namun tidak ada,"kata Suwardi, Humas Polres Sumenep, Minggu (22/10).
Karena tidak ada, lanjut Suwardi, Misdi pulang ke
rumahnya. Namun pada hari Minggu 22 Oktober 2017, warga di Dusun
Janjang, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, dikejutkan dengan adanya
perempuan bersimbah darah.
"Perempuan itu ternyata Alisa Hariyani yang sempat menghilang,"terangnya.
Korban mengalami luka robek pada dahi
atas sebelah kanan, luka robek pada dagu sebelah kiri, luka bacok pada
pergelangan tangan sampai tempurung tangan hingga patah sebelah kanan.
Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar
Sumenep, namun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul
20.00 WIB. ( Nita, Esha )