News Room, Senin ( 20/10 ) Terjadinya pemalakan global di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini perlu dijadikan pelajaran berarti dalam menjaga lingkungan hidup yang dimulai dari perilaku kita sehari-hari. Sebab persoalan lingkungan hidup bukan hanya persoalan pemerintah, namun organisasi maupun lembaga dunia usaha dan semua elemen masyarakat harus peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Lingkungan Hidup, Drs. Abdul Mutallib Faraj ketika ditemui News Room di kantornya Jalan KH. Mansyur Sumenep. Menurutnya, beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai makhluk hidup di muka bumi ini, diantaranya dengan selalu membiasakan melakukan efisiensi. Misalnya dengan melakukan penghematan air, membiasakan menanam pohon disetiap jengkal tanah yang bisa ditanami pohon yang bermanfaat untuk kehidupan manusia, serta hemat dalam arti luas, dengan tidak membiarkan sesuatu yang menjadikan mubadzir. “Sebab terkadang kita tidak sadar dengan membiarkan kran air terus menerus terbuka, sehingga air berlimpah ruah tidak berguna. Kemudian nantinya ketika suatu saat mengalami kekeringan, baru menyadari begitu bergunanya setiap titik air itu,â€Âujar Abdul Mutallib. Ditambahkan, pihaknya berharap, setiap kita menjadi pioner bagi generasi berikutnya. Sebab, apabila kita menanam sebatang pohon hari ini, kemungkinan anak cucu puluhan tahun kemudian yang akan menikmati manfaatnya pohon itu bagi kehidupan manusia. Begitu juga sebaliknya, apabila saat ini kita menebangi pohon-pohon secara serampangan, suatu saat akan berakibat bencana. Yang kemungkinan tidak menimpa kita saat ini, tapi anak cucu kita yang menerima akibatnya. Ditanya mengenai ulah salah satu perusahaan yang melakukan pembakaran hutan sendiri untuk alasan reboisasi, menurut Abdul Mutallib kemungkinan perusahaan itu punya alasan sendiri secara teknis, bagaimana melakukan reboisasi itu dengan cara melakukan pembakaran terlebih dahulu. Hanya saja, tegas Abdul Mutallib, tetap perlu melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah setempat. Sebab, masyarakat perlu diberikan sosialisasi, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman yang dikhawatirkan akan meruncing. Padahal itu bisa dilakukan dengan duduk bersama dan memberikan pengertian yang benar, sehingga masyarakat bisa mengerti. ( Ren, Esha )