News Room, Selasa ( 21/07 ) Pemerintah Indonesia melalui Departemen Perindustrian akan menyelenggarakan seminar internasional "One Village One Product" (OVOP) pada 14-15 Desember 2009 di Bali. Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Depperin Fauzi Aziz mengatakan, pihaknya akan mengambil momentum otonomi daerah dalam pemberdayaan ekonomi melalui konsep OVOP. "Dalam seminar tersebut akan dihadiri oleh perwakilan negara-negara yang mengembangkan konsep OVOP untuk pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM)," ujar Fauzi di Jakarta, Senin (20/07) kemarin. OVOP atau konsep "satu wilayah satu produk" bagi pemberdayaan UKM dikembangkan oleh mantan Gubernur Oita (Jepang) Morihiko Hiramatsu dan konsep itu kini telah diterapkan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, dan sejumlah negara di kawasan Asia, termasuk Indonesia. "Kami menilai pengembangan OVOP merupakan solusi terbaik untuk memberdayakan dan membangun masyarakat di daerah sesuai dengan kemampuan daerah tersebut," tuturnya. Menurut dia, berdasarkan konsep OVOP, salah satu daerah yang mengembangkan produk berdaya saing tinggi sesuai dengan kompetensi daerah tersebut akan melibatkan masyarakat sekitar. Guna mendalami pengembangan OVOP, Fauzi mengungkapkan bahwa pihaknya pada pekan lalu berkunjung langsung ke Oita (Jepang). Dalam implementasi konsep itu diperlukan kepemimpinan daerah yang kuat yang mampu menggerakkan masyarakat berproduksi suatu produk yang memiliki daya saing tinggi. Namun, dalam hal ini pemerintah pusat tidak memberi insentif apapun, kecuali membangun infrastruktur seperti jalan yang bagus dan membentuk lembaga yang siap membantu mencarikan solusi UKM, terkait proses produksi, pengemasan, dan pemasaran. "Sebenarnya kita sudah memiliki beberapa calon yang sudah mengembangkan OVOP dengan baik, seperti minyak atsiri di Sumedang dan ada beberapa lagi, yang akan kami susun kriterianya untuk mendapatkan penghargaan pada pertemuan internasional tersebut," tambahnya. Seminar internasional tersebut, rencananya akan dihadiri 200 peserta dari berbagai negara termasuk Indonesia, di samping negara lain di kawasan Asia Tenggara, Jepang, China, Malawi, dan lain-lain. Selain itu, Morihiko Hiramatsu juga akan memberikan penghargaan kepada empat negara yang telah berhasil mengembangkan OVOP. ( Kominfo News Room, Esha )