News Room, Senin ( 27/05 ) Manuel Casteles dalam bukunya mengatakan, transformasi politik dunia menjelang abad 21, salah satunya ditandai dengan fenomena runtuhnya patriarki di berbagai segi. Itu ditunjukkan dengan munculnya keterwakilan perempuan dari semua aspek tatanan kehidupan, dan sebagai penanda transformasi politik melalui gender. Demikian salah satu kalimat dalam surat terbuka yang dibacakan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Seminar Hijab “Menuju Muslimah Berakhlaqul Karimah“ di Gedung KORPRI Sumenep, Minggu (26/05). Menurutnya, dalam wancana pemerintahan peran perempuan tidak dimaksudkan untuk dominasi perempuan, tapi merupakan pemberian kesempatan untuk memberikan peran dan tanggung jawab. “Karena itu perempuan harus berupaya tingkatkan akhlaq dan pendidikannya. Karena diatas wanitalah akan lahir manusia yang berakhlaq karimah, sebagai lampu penerang dunia.”ujarnya. Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro Karim, berharap melalui seminar hijab tersebut, diharapkan menjadi inspirasi, agar para muslimah di Sumenep lebih antusias untuk menjadi muslimah yang berakhlakul karimah. “Yakni sebagai wanita muslimah, tidak hanya menampilkan kecantikan lahiriyah, namun harus pula memiliki kecantikan batiniyah,”ujarnya. Sementara itu kegiatan seminar hijap yang diprakarsai Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan dan PKK Sumenep juga dibuka terbentuknya komunitas Putri Hijabi, oleh istri Bupati Sumenep ini dan didampingi Ustadzah Lulung Mumtaza dan Artis Marshanda, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumenep, Nunuk Lutfiyah Hadi Soetarto. ( Ren, Esha )