News Room, Senin ( 27/12 ) Semboyan Pramuka “Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Bhaktikan” hendaknya melekat pada diri dan jiwa anggota Pramuka. Karena itu, kegiatan perkemahan sebagai sarana kegiatan anggota Pramuka hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam membentuk jati diri, memperbanyak sahabat, saling transfer pengetahuan, serta bisa menyegarkan pikiran para anggota Pramuka itu sendiri. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si ketika membuka kegiatan Perkemahan Raimuna Cabang Gerakan Pramuka Kwarcab Sumenep, di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Kodim 0827 Desa Pamolokan, Minggu (26/12). Dengan peserta sebanyak 450 Pramuka Penegak dan Pandega se Kabupaten Sumenep, termasuk utusan dari Kepulauan Sapudi dan Giligenting. “Seperti halnya semboyan yang sering didengungkan seorang Pramuka “Lebih baik pondok bambu yang penuh dengan keriang gembiraan, daripada sebuah istana yang penuh kemuraman,”ungkapnya. Karena itu tegas Bupati yang juga Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Sumenep ini berharap para pengurus Pramuka di Kwarcab Sumenep hendaknya terus melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan, sehingga, peranan Pramuka secara nyata dalam ikut serta merealisasikan pembangunan disegala bidang dapat dikoordinasikan secara intensif. Yakni, melalui sosialisasi berkelanjutan, sehingga kegiatan Pramuka tidak hanya terkesan formalitas. Kepada wartawan Bupati mengaku, melihat perkembangannya jika dibandingkan dengan dulu, saat ini banyak tampak ada kemajuan, khususnya di Pramuka yang ada di Ponpes. Meskipun diakui tingkat partisipasi dari Gudep SMA sangat kurang, padahal kenyataanya sangat banyak. Karena itu, pihaknya berharap perlu dilakukan sosialisasi secara intensif, serta teguran melalui Dinas terkait. “Kalau soal anggaran, kami juga sudah bicarakan bersama, juga dengan pengurus Kwarcab, agar nantinya juga dapat diperjuangkan melalui APBD Kabupaten Sumenep,”tambahnya. Sementara Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep, Drs. H. Hasan Mudhari, MM mengaku, dalam beberapa tahun terakhir memang belum banyak yang berminat di Pramuka, karena biasanya dibeberapa sekolah banyak kegiatan pilihan. Jadi tidak semua bergabung di Pramuka. “Namun, kedepan kami akan selalu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dengan mengundang para Kepala Sekolah masing-masing, termasuk pengurus Kwarran dan Gudep untuk lebih memperkenalkan pentingnya Pramuka bagi generasi bangsa,”ujarnya. Apalagi tegasnya, saat ini sudah keluar Undang-Undang Kepramukaan dan hanya tinggal keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) untuk memperkuat keberadaan Pramuka di Indenesia, sehingga diharapkan tidak ada alasan Pemerintah mulai dari pusat hingga daerah untuk menganggarkan dana bagi Pramuka. ( Ren, Esha )