Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-05-2006
  • 550 Kali

SEMANGAT PANCASILA UNTUK TAMPUNG MULTI KULTURALISTIK

Sumenep-Kominfo News Room : Konsep multikultur yang ada di masyarakat selama ini dicoba dijadikan kebijakan untuk masyarakat itu sendiri. Ini menjadi komitmen hampir seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang ada di Jawa Timur. Maka dari itu dengan semangat Pancasila kita mencoba untuk menampung multi kulturalistik yang ada di masyarakat yang berujung pada pengambilan keputusan oleh pemerintah. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Propinsi Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum, saat membuka Seminar Nasional “Pendekatan Multi Kulturalisme Untuk Memperkuat Ke-Bhinekaan Dalam Diskursus Pancasila� di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu kemarin (24/05). Menurutnya, ada satu penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Brotman yang mengatakan daerah di Jawa Timur, seperti di wilayah tapal kuda (Pasuruan hingga Banyuwangi, red) termasuk Madura memiliki kultur kebudayaan yang berbeda dengan wilayah Barat Jatim seperti Madiun, Kediri, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek yang terpengaruh kultur Mataraman. Masing-masing kultur tersebut memiliki perbedaan dalam menerima dan mentransformasi informasi. “Pada daerah tapal kuda, ulama menjadi bagian penting di dalam konsep mentransformasi informasi, sedangkan wilayah Barat unsur kraton sangat khas, maka dari itulah pemerintah mencoba mengakomodasi multi kultural tersebut, sehingga nantinya kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Jawa Timur dapat mengakomodasi semua kepentingan masyarakat. Pemerintah Propinsi Jawa Timur saat ini merumuskan kebijakan kerukunan umat beragama agar Jawa Timur dalam keadaan kondusif meski ada perbedaan, yaitu Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Dan ini merupakan yang pertama kalinya ada forum di Jatim yang menyangkut tentang komunikasi umat beragama. Ia menambahkan, merumuskan kebijakan tersebut pemerintah mengajak stakeholder (masyarakat dan tokoh masyarakat) untuk berunding dalam menentukan kebijakan itu. “Jika ingin merumuskan permasalahan terutama menyangkut hajat orang banyak, masyarakat tersebut harus kita ajak bicara bersama-sama.�. ( Info Jatim, Esha )