Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-04-2010
  • 376 Kali

Semangat Kartini, Menjadi Motivasi Pembangunan Bangsa

News Room, Rabu ( 21/04 ) Perjuangan Kartini dimasa lalu harus terus didengungkan hingga saat ini. Meskipun kiprah yang dilakukan Kartini dulu tidak sama dengan kiprah Kartini saat ini. Salah satunya kiprah para wanita yang bekerja di birokrasi. Mereka tidak hanya mencari nafkah, namun pangilan nurani untuk ikut serta membangun bangsa juga tentu ada. Seperti halnya yang diakui Asisten Administrasi Umum Setdakab Sumenep, Drs. Hj. Kandeg Peristiwati, MM ketika ditemui sejumah wartawan di kantornya. Sebagai wanita yang memilih untuk mengabdikan dirinya sebagai PNS, tentu ia tidak hanya sekedar melaksanakan rutinitas pekerjaan kantor sehari-hari. “Namun, bagaimana kita juga dapat mengambil bagian dalam melaksanaan tugas penting untuk membangun Indonesia khususnya di Kabupaten Sumenep ini. Sehingga, program pembangunan sesuai dengan harapan bersama,”ujarnya. Hj. Kandeg juga menegaskan, peran wanita dan pria dalam pengabdiannya sebenarnya sama. Meskipun memang secara kodrat, wanita jelas tidak sama dengan pria. Namun, soal kiprah, wanita tidak bisa disepelekan. Banyak diantaranya yang memiliki pemikiran cemerlang dan gagasan bagus, sehingga mereka bisa duduk sebagai wakil rakyat bahkan memimpin di ranah pemerintahan. Misalnya sebagai Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, kaum hawa menempati posisi pimpinan di sebuah lembaga, perusahaan hingga sebagai Presiden. Bahkan dari sisi kualitas penerimaan CPNS pada saat 2004-2005 lalu, wanita menduduki 60-65 persen diangkat sebagai PNS. Dan itu menunjukkan skill dan kemampuan wanita juga bagus. Hal yang sama juga diungkapkan, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPMP Kabupaten Sumenep, Hj. Nurul Qomari, SH, MH. Konsep program yang dilaksanakan juga tidak lepas dengan tuntutan kesamaan gender. Sebab hal itu memang sudah ada sejak UUD 45 di undangkan, dan ternyata dalam perjalanannya hingga saat sudah tampak baik. Karena itu, perlu terus dilakukan pemberdayaan kepada perempuan agar bisa memiliki peran untuk memberdayakan masyarakat minimal dirinya maupun keluarganya. ( Ren, Adjie )