News Room, Rabu ( 10/08 ) Korban kecelakaan lalu lintas di Sumenep terus berjatuhan. Kali ini, laka maut merenggut 3 korban jiwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda, tadi malam. Kecelakaan pertama di jalan umum Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, gara-gara ban mobil pick up Nopol M 9625 VB pecah, yang dikemudikan Marsuki (28), warga Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, sehingga tidak bisa mengendali setir dan menabrak pasangan suami istri (pasutri) hingga tewas. Pasutri tersebut, Yatim (37) dan Nurhalimah (30), warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Nopol M 4965 VT. Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Mudjib, melalui Kanit Laka Lantas Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep, Ipda Arifin menjelaskan, pick up tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi, ketika ban belakang bagian kiri pecah, mobil tersebut oleng dan sulit dikendalikan. "Saat bersamaan, melaju sepeda motor yang dikemudikan pasutri sebagai korban, dari arah berlawanan. Akibatnya, pick up tersebut langsung menyambar pasutri sampai meninggal dunia,"kata Arifin, dikantor laka lantas Polres Sumenep, Rabu (10/08). Arifin memaparkan, dari kecelakaan itu pasutri mengalami luka serius di bagian kepala dan gigi rontok. "Kemungkinan karena terlalu banyak keluar darah, mereka meninggal dunia, Karena, sebelumnya korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan,"ungkapnya. Sementara di TKP berbeda, seorang PNS yakni Moh. Halki (58), warga Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, juga tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan umum Desa Gapura Barat. "Ketika kejadian, korban mengendarai sepeda motor nopol M 40580 VH, bertabrakan dengan sepeda motor lain nopol M 6827 VK yang dikendarai Zainullah (13), warga Desa Palokloan, Kecamatan Gapura. Diduga korban ini hendak berbalik arah, tapi tidak memperhatikan pengendara lain, sehingga ditabrak dari samping,"ujarnya menerangkan. ( Nita, Esha )