Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-11-2012
  • 516 Kali

Semalam Di Kraton Sumenep Sebagai Paket Wisata

News Room, Selasa ( 01/11 ) Kraton Sumenep merupakan tempat goresan sejarah, yang merupakan peninggalan serta kekayaan sejarah yang tak ternilai harganya. Kraton dengan berbagai benda peninggalan lainnya tak bisa ditukar dan terganti dengan apapun. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Semalam Di Kraton Sumenep dalam rangka Hari Jadi Ke 743 Kabupaten Sumenep, Rabu (31/10). Menurutnya, Kraton Sumenep merupakan lambang kemajuan masa lalu dan sebagai saksi bisu perjalanan dan kejayaan dari generasi ke generasi. “Kejayaan masa lalu yang berdiri kokoh hingga saat ini dapat dijadikan pelajaran bagi kita sebagai penerusnya, dengan berbagai romantika sejarah yang perlu dipelajari,”ujarnya. Bupati mengungkapkan, alangkah naifnya bila sebagai warga Sumenep tidak tahu akan sejarahnya. Karena itu melakui kegiatan-kegiatan seperti yang diksanakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sumenep setiap tahun, agar generasi saat ini dan masa depan tahu dengan warisan yang sungguh agung itu. Pihaknya juga menekankan, perlunya terus diberikan motivasi, nilai-nilai sejati untuk diwariskan mengenai nilai-nilai kepemimpinan, kejururan, kerelawanan, estetika, serta nilai-nilai moral lainnya. Sehingga, kejayaan masa lalu dapat dijadikan petunjuk dalam langkah-langkah membangun Sumenep kearah yang lebih baik lagi. Seperti halnya kepemimpinan Adipati pertama Sumenep, Arya Wiraraja yang membantu Raden Wijaya dalam mengembangkan Kerajaan baru, Majapahit. Dimana yang perlu terus dikembangkan, nilai positif kebersamaan, solidaritas dan patriotisme. Seperti pula sosok pemimpin seperti Pangenan Nata Kusuma, yang merupakan intelektual muda yang selalu berinovatif, perencana, politikus, pemikir, serta sosok pemimpin yang teladan. Disamping pula nilai-nilai intelektual dan moral, yang sangat penting pula adanya warisan benda seperti Kraton Sumenep, yang sudah berusia 200 tahun lebih, yang dibangun pada tahun 1198 dan selesai sekitar tahun 1780 masehi. “Dengan bangunan Kraton yang bergaya perpaduan ala Eropa, Arab dan China, dengan ukiran burung, naga dengan bunga-bunga yang melambangkan kesuburan dan warna merah, hijau, kuning yang melambangkan cara berpikirnya sudah kreatif dan inovatif,”tambahnya. Yang jelas tegas Bupati banyak peninggalan yang ada di Kraton Sumenep, termasuk tempat pemamdian putri dan permaisuri dan dayang-dayang raja jaman dulu, yang lebih dikenal dengan Taman Sare. Yang dipercaya banyak memiliki manfaat, seperti membuat awet muda, untuk Kecantikan, cepat dapat jodoh, oabat penyakit dan sebagainya. Sementara Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si menjelaskan dalam kegiatan Semalam di Kraton Sumenep, disamping untuk mengembangankan dan melestarikan kesenian dan kebudayaan Sumenep, juga untuk memberi ruang dalam meningkatkan bakat dan minat mereka. “Ini juga untuk menjadikan Kraton Sumenep sebagai paket wisata untuk mendorong kunjungan wisatawan domistik maupun manca negara,”ujarrnya. Sementara berbagai penampilan di dalam Kraton Sumenep dengan berbagai tarian tradisional, seperti tari muang sangkal, pemainan anak dan topeng dalang. Sedangkan di depan Labeng Mesem, bekerjasama dengan Telivisi Jatim menggelar pementasan seni dan musik religi. ( Ren, Esha )