Sumenep-Infokom News Room : Menteri Negara (Menneg) Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN), Taufik Effendi menjanjikan seluruh pegawai honorer akan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa harus mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sementara untuk menghindari adanya manipulasi data serta masuknya pegawai honorer palsu, para kandidat tersebut akan melewati uji publik terlebih dahulu. “Saya beritahukan, bahwa untuk honorer tidak ada lagi ujian, dan semua yang ikut honorer itu tidak ada yang tidak lulus, lulus semua. Jadi, para honorer tidak usah gelisah. Nanti saya memberikan NIP (Nomor Induk Pegawai)�, kata Menneg PAN kepada para wartawan, usai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Komplek Istana Jakarta, Rabu kemarin (29/03). Menneg PAN selanjutnya menjelaskan, uji publik itu terpaksa dilakukan, mengingat hingga saat ini telah masuk tak kurang dari 800 ribu nama pegawai honorer. Sementara, pemerintah memperkirakan jumlah pegawai honorer itu seharusnya tidak lebih dari 650 ribu orang. “Sebelumnya akan diuji publik dulu. Kalau ada yang palsu, ada yang tidak betul, kita coret�, ujarnya. Mekanisme pengangkatan PNS ini akan memprioritaskan tenaga honorer yang terlama, secara berurutan. “Itu akan saya tata, supaya yang lebih tua duluan yang sudah berusia 46 tahun, yang sudah duluan, tapi tidak usah khawatir, karena pemberiannya dilakukan oleh Kantor Pusat�, katanya. Sedangkan untuk penerimaan CPNS tahun depan akan dikembalikan kepada pemerintah pusat. Pesertanyapun adalah CPNS yang baru dan bukan honorer. Presiden sendiri, menurut Menneg PAN, meminta agar proses penerimaan PNS diatur lebih baik, guna menghindari adanya masalah yang belakangan ini terjadi. ( KCM, Esha )