Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-08-2010
  • 486 Kali

Selamatkan Lingkungan Desa Dengan Tanam Bibit Jati

News Room, Selasa ( 10/08 ) Untuk menyelamatkan lingkungan hidup di Desa Nyabakan Timur Kecamatan Batang-batang berupaya untuk melakukan penanaman bibit jati yang dipelopori langsung oleh Kepala Desa Nyabakan Timur, M. Nawari. S dengan menggunakan lahan pribadi dan sebagian masyarakat. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, penanaman bibit dilakukan pada lahan sekitar 1,5 hektar dengan bibit hampir 2.000 bibit pohon jati. Meskipun di Desa Nyabakan Timur banyak potensi lahan pertanian yang ditanami jagung, padi, serta potensi tanaman perkebunan berupa pohon siwalan, namun dengan pohon jati diharapkan akan memiliki manfaat dikemudian hari. “Meskipun untuk beberapa tahun, manfaat pohon jati ini tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, namun 5 hingga 10 tahun kemudian manfaatnya akan dirasakan,”ujar Nawari. Dijelaskan, sebelum melakukan penanaman bibit jati, pihaknya sudah melakukan berbagai pertimbangan dengan melakukan investigasi ke beberapa Desa lainnya di Sumenep, yang ternyata juga banyak yang memanfaatkan lahan perkebunan untuk menanam jati. Sebab, disamping juga akan mengurangi jumlah lahan tidur, pohon jati dalam pertumbuhannya sangat bertahan, bahkan di daerah kering. Namun musim yang ada di Sumenep masih cukup untuk membesarkan pohon jati. Hanya saja, untuk proses awalnya perlu terus dijaga dan dipelihara, agar pertumbuhannya bisa kuat. Disamping itu, menurut Nawari pihaknya juga memperhatikan kesejahteraan perangkat Desanya yang saat ini masih jauh dari harapan untuk sejahtera. Karena itu, dengan segala potensi yang ada, pihaknya berusaha untuk menggarapnya, sehingga nantinya bisa menjadi tambahan penghasilan mereka. Dan akan membuat mereka betah bekerja dan melaksanakan aktifitas pelayanan kepada masyarakat dengan baik dan maksimal. Disamping itu tegas Nawari, pihaknya berharap kepada dinas terkait maupun unit pelaksana teknis di lapangan yang terkait dengan pertanaian dan perkebunan, ketika ada program dan jenis bantuan tidak langsung dialokasikan kepada masyarakat. Namun tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa, sebab terkadang justeru tidak sinkron dengan lokasi program yang menjadi sasaran Desanya. ( Ren, Esha )