Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-04-2021
  • 627 Kali

Selama Pandemi, Fokus Program Inovasi Jalankan Kurikulum Darurat

Media Center, Kamis ( 29/04 ) Fokus program INOVASI selama Pandemi COVID-19 adalah mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menjalankan kurikulum darurat.

Program INOVASI memfasilitasi pelaksanaan pelatihan kurikulum darurat bagi pengawas, kepala sekolah dan guru kelas jenjang SD, hal ini sesuai hasil pertemuan yang dilaksanakan sebelumnya bersama Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Hal tersebut ditegaskan Cahyadi Widi Wahyono, District Facilitator Program INOVASI Kabupaten Sumenep, pada Workshop Kurikulum Darurat di Masa Pandemi COVID-19, di Hotel de Bagraf, Kamis (29/04/2021).

Ia menambahkan, di Kabupaten Sumenep sudah ada gugus yang secara mandiri melaksanakan upaya peningkatan pembelajaran literasi.

“Dengan semangat yang telah dibuktikan oleh guru dan kepala sekolah tersebut maka gugus itu mendapatkan peningkatan tambahan berupa kurikulum darurat,” ungkap Yayak panggilan akrabnya.

Dikatakan, pelatihan kurikulum darurat dilakukan dalam serial webinar dan offline bersama narasumber dari Pusat Asesmen Pembelajaran, Kemdikbud, YLAI-Denpasar Bali dan Litara Kabupaten Bandung. Bahkan, untuk menguji efektifitas keberhasilan pelatihan ini, maka kegiatan pelatihan kurikulum darurat dilaksanakan dalam 1 Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan Batuan dan perwakilan 1 KKG dari Kecamatan Lenteng.

Dijelaskan, refleksi pelaksanaan workshop dan pelaksanaan di kelas secara umum peserta sudah merasakan dampak dari adanya kegiatan ini, dan tidak hanya diajak untuk memahami tentang modul guru di masa pandemi ini, tetapi juga diberi pemahaman tentang modul siswa serta modul orang tua. Dan itu semuanya saling berkait sehingga akan lebih meningkat pada hasilnya.

“Tentunya tantangan ada, dari orang tua yang kurang bisa membaca, kurang ada waktu dalam mendampingi anak dan alasan lain, juga dari faktor lingkungan sebagai tantangan,” jelas Yayak.

Itulah yang harus dihadapi bersama, tidak hanya guru, tetapi juga orang tua wali murid dan bahkan anak itu sendiri. Karena itu, dalam pelatihan ini guru mendapat kebebasan untuk mengadaptasi Kompetensi Dasar (KD), dengan tetap mengindahkan KD yang esensial dan KD prasyarat pembelajaran. Dan setelah guru mengetahui model adaptasinya guru dengan mudah menerapkan dalam pembelajaran ke siswanya, baik model tatap muka maupun daring.

Yayak juga berharap, nantinya para guru akan semakin terampil dalam mengadopsi kurikulum darurat ini, karena siswa juga terpetakan lewat asesmen yang ditindaklanjuti dengan penerapan KD yang adaptif. Peran kepala sekolah dan pengawas pun sangat vital dalam menyelaraskan maksud dari pelatihan dengan penerapan di lapangan.

“Apalagi ini sinergi dengan wali murid dalam peningkatan literasinya. Semoga berdampak dan kita akan melihat hasilnya nanti,” tandasnya.

Sementara itu, materi dari Workshop ini meliputi, Kebijakan dan Asesmen Kurikulum Khusus Pembelajaran Selama Masa Pandemi, Mengenal Modul Orang Tua dan menumbuhkan minat baca di rumah, Mengenal Modul Guru dan Modul Siswa, Memahami KD kurikulum khusus, KD prasyarat dan KD esensial, Diagnostic Assesment, Pemetaan Siswa, Adaptasi modul literasi dalam kurikulum, Literacy Cloud dan Penggunaan Literacy Cloud di sekolah dan di rumah. ( Ren, Fer )