Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-01-2011
  • 820 Kali

Selama 3 Hari, Listrik Di Pulau Sapeken Padam

News Room, Selasa ( 11/01 ) Listrik di Pulau Sapeken, Sumenep, sejak tiga hari lalu padam. Akibat mesin rusak. Padamnya listrik tersebut menggangu aktivitas dan perekonomian warga setempat. Salah seorang anggota DPRD Sumenep asal Sapeken, Badrul Aini, menjelaskan, sesuai informasi yang diterimanya, sampai Selasa (11/01) ini, listrik di Sapeken masih padam. “Otomatis warga mengeluhkan pelayanan PLN di Sapeken. Sebab, tidak ada langkah cepat untuk memperbaiki dan mengganti mesin yang rusak itu. Padahal, PLN tersebut satu-satunya infrastruktur penerangan yang ada di Sapeken. Jadi, kalau ini rusak bisa dipastikan seluruh Kepulauan Sapeken terancam gelap gulita,”kata Badrul, di ruang kerjanya, Selasa (11/01). Menurut Barul, dengan padamnya listrik tersebut, akan berdampak pada banyak hal, diantaranya kegiatan belajar siswa dan perekonomian warga terganggu . “Mestinya, pemadaman ini tidak sampai memakan waktu lebih dari satu hari. PLN harus bisa bersikap bijak mengatasi persoalan, sebab ketika pelanggan telat membayar listrik dikenakan denda. Tapi, kenapa dikala mesin rusak petugas PLN lamban menanganinya,”ungkapnya. Sementara, Manager UPJ PLN Sumenep, Alfian, membenarkan, adanya pemadaman listrik di Pulau Sapeken. “Padamnya listrik di Sapeken itu, dikarenakan mesin penggerak aliran listrik mengalami kerusakan. Namun, pemadaman tersebut, sifatnya secara bergiliran,”ujarnya. Alfian berjanji, secepatnya akan memperbaiki mesin yang rusak tersebut. “Saat ini, kami sedang menunggu pengiriman spare part untuk perbaiki mesin itu. Diperkirakan, dalam waktu dekat spare part tidak bisa langsung dikirim ke Sapeken, mengingat gelombang laut masih tinggi,”terangnya. Alfian mengaku tidak bisa memastikan kapan spare part tersebut akan dikirim ke Sapeken. “Kalau kondisi laut sudah aman untuk pelayaran, kami akan langsungn mengirimkan spare part ke Sapeken. Artinya, pemadaman listrik di Sapeken akan terjadi sampai spare part tiba di wilayah setempat,”pungkasnya. ( Nita, Esha )