Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-12-2011
  • 691 Kali

Selama 2011, Kasus Curanmor Di Sumenep Tertinggi

News Room, Sabtu ( 31/12 ) Menguak tindak pidana kriminalitas yang terjadi diwilayah hukum Polres Sumenep, selama tahun 2011, tertinggi adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dari 103 kejadian, yang terungkap hanya 13 kasus dengan 13 tersangka. Untuk tindak pidana lainnya, yakni pembunuhan baru berhasil mengungkap 2 kasus dari 10 kasus. Kapolres Sumenep, AKBP Dirin menjelaskan, minimnya pengungkapan kasus kriminalitas, baik curanmor maupun pembunuhan, disebabkan banyak faktor. “Kendala terbesar pengungkapan kasus itu, adalah laporan korban sering terlambat. Dan, sulitnya mencari saksi. Ciri khas masyarakat Madura, utamanya Sumenep, mereka enggan dijadikan saksi, alasannya takut menjadi sasaran para pelaku atau tersangka. Ini yang menjadi atensi kami kedepan, bagaiman bisa merubah pola pikir masyarakat Sumenep,”kata Dirin, di Polres Sumenep, Sabtu (31/12). Selain itu, kata Kapolres, kasus yang juga berhasil diungkap jajaran Polres Sumenep, yakni Narkoba. “Selama tahun 2011, kami sudah mampu menangani 26 kasus Narkoba dengan 44 tersangka, yang melibatkan pengedar beserta pengguna,”terangnya. Menurut Kapolres, peredaran Narkoba di Sumenep mulai marak, yang diperkirakan sudah merabah masyarakat ditingkat bawah. “Dari 26 kasus Narkoba itu, ternyata tersangkanya sebagian besar berasal dari daerah kecamatan dan kepulauan terdekat di Kabupaten Sumenep. Data ini sudah menunjukkan, kalau narkoba benar-benar merambah ke pelosok-pelosok,”ujarnya. Untuk itu, aparat kepolisian akan mewaspadai peredaran narkoba tersebut, dengan meningkatkan sosialisasi pada masyarakat akan bahaya narkoba serta patroli dimasing-masing Desa ditingkatkan. “Kami akan berupaya memberantas jaringan narkoba hingga keakar-akarnya, sehingga pada tahun 2012 nanti, Sumenep bisa terbebas Narkoba,”ungkapnya. (Nita,Esha)