News Room, Selasa ( 05/01 ) Proses pencarian selama 18 jam terhadap korban hilang yang merupakan anak buah kapal (ABK) Kapal Layar Motor (KLM) "Artasari" yang terbakar di Dermaga Rakyat Desa Gresik Putih, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, yakni M. Nur, membuahkan hasil. Korban ditemukan tewas, pada Selasa (05/01) siang. Sebelumnya, M. Nur dinyatakan hilang setelah kapalnya terbakar pada hari Senin (04/01) pukul 16.45 WIB. Kapolsek Kalianget, AKP Wachid Arifaini mengatakan, korban ditemukan dengan kondisi tubuh mengelupas. “Posisi mayat ditemukan masih diseputaran mesin kapal. Meski kulit korban sudah mengelupas, namun wajah masih dikenali dan kami berani memastikan korban yang ditemukan tewas tersebut adalah M. Nur,â€Âterangnya. Ia menjelaskan, saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyisiran disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mencari satu ABK lagi, yakni Ashadi, yang nasib dan keberadaannya belum diketahui. “Dengan temuan tersebut, jumlah korban tewas dalam peristiwa terbakarnya KLM "Artasari" menjadi dua orang, yakni Jumaat dan M. Nur,â€Âkatanya mengungkapkan. KLM "Artasari" yang mengangkut 50 ton bensin dan 10 ton solar, terbakar di Dermaga Rakyat Desa Gresik Putih pada Senin (04/01) sore kemarin. Selain merenggut nyawa 2 orang itu, 2 orang yang juga ABK, yakni Mustafa dan Ahmadiansah menderita luka bakar. Jumaat adalah anak berusia belasan tahun, warga Desa Kalianget Timur, yang ketika kejadian, sedang memancing di sekitar TKP. Informasi dari polisi, KLM "Artasari" mengangkut 60 ton bahan bakar minyak (BBM) milik Ikhsan, pengelola Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Kepulauan Kangean, Sumenep. Rencananya, kapal tersebut mau berangkat ke Kangean pada Senin sore. Namun, ketika mesin kapal baru dinyalakan untuk persiapan berangkat, namun terdengar ledakan, ternyata suara kapal tersebut terbakar. ( Nita, Esha )