News Room, Rabu ( 25/11 ) Sektor pertanian masih menjadi sektor utama dan penopang perekonomian masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, sektor pertanian menyumbangkan 46,63 persen bagi PDRB Kabupaten Sumenep. Jauh diatas sektor lainya, seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran, yang hanya mencapai 22,83 persen di tempat kedua, serta sektor pertambangan dan penggalian yang hanya menyumbangkan 9,46 persen.
Hal tersebut menurut Penjabat (Pj) Bupati Sumenep, Drs. Ec. Sudharmawan, MM menunjukkan, jika sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Sumenep saat ini.
Demikian pula, jika kita lihat, 80,2 persen lahan di Sumenep adalah lahan pertanian, yakni mencapai 167.920 hektar. sedangkan yang bukan lahan pertanian hanya 41.417 hektar.
“Namun kita harus paham, bahwa menghadapi tahun 2015–2019 sektor pertanian masih dihadapkan pada berbagai kendala yang harus menjadi perhatian bersama,”ungkapnya saat kegiatan “monitoring pelaksanaan upaya khusus padi, jagung dan kedelai serta peningkatan ketersediaan pangan tahun 2015” di Aula Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangsan Sumenep, Rabu (25/11).
Menurutnya, berbagai kendala yang ada, seperti jumlah penduduk yang terus meningkat, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, terbatasnya infrastruktur, belum cukup tersedianya benih/bibit unggul bermutu, konversi lahan pertanian produktif ke penggunaan non-pertanian yang tidak terkendali, ketergantungan konsumsi beras, kompetisi pemanfaatan air, dan status kepemilikan lahan.
Disamping itu pula tegas Sudharmawan, sejumlah kendala yang ada tersebut, pertanian kita ke depan juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), otonomi daerah, perubahan pola konsumsi, dan dinamika pasar pangan.
Untuk itu, pemerintah pusat telah menetapkan pencapaian swasembada berkelanjutan padi jagung, dan kedelai yang harus dicapai dalam waktu 3 tahun. Yakni, target produksi tahun 2015 adalah produksi padi sebesar 73,40 juta ton dengan pertumbuhan 2,21 persen, jagung sebesar 20,33 juta ton dengan pertumbuhan 5,57 persen, dan kedelai sebesar 1,27 juta ton dengan pertumbuhan 26,47 persen.
“Selain menyukseskan swasembada padi, jagung dan kedelai, juga harus mampu memenuhi kebutuhan sendiri di Kabupaten Sumenep. Sebab, ketersediaan pangan, utama di Kabupaten Sumenep masih fluktuatif,”tambahnya. ( Ren, Esha )