Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-05-2013
  • 582 Kali

Sekretariat Gabungan Setuju Harga BBM Naik

News Room, Selasa ( 15/05 ) Pemerintah makin gencar menyosialisasikan kebijakan kanaikan harga BBM yang disertai dengan paket kompensasi. Setelah Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, kemarin (14/05) giliran pertemuan dengan partai-partai politik yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab). Pertemuan tertutup di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, tersebut membahas RAPBNP, termasuk rencana kebijakan BBM, yang akan diserahkan kepada DPR. “Rapat ini membahas hasil laporan tadi malam (kemarin malam). Yang ikut semua yang di Setgab,”ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarif Hasan yang ikut hadir dalam rapat itu. Parpol yang hadir, antara lain, Partai Demokrat dengan Ketua Umum, Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Golkar dengan Menko Kesra Agung Laksono, dan PKS yang diwakili Mensos Salim Segaf Al-Jufri. Juga PAN dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan PKB yang diwakili Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal. Dalam rapat tersebut, partai politik yang berkoalisi di Setgab menyatakan sepakat soal pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yng merupakan salah satu diantara 4 paket kompensasi kenaikan harga BBM. PKS yang awalnya belum menentukan sikap soal BLSM, akhirnya sepakat mendukung kompensasi tersebut. “Semua sudah mendukung. Yang kita persoalkan kan tolong rakyat. Akibat kebijakan, rakyat perlu dibantu,”tutur Syarif. Setelah mendapat dukungan punuh, lanjut Syarif, RAPBNP yang juga menyangkut anggaran BLSM, segera di serahkan ke DPR untuk dibahas lebih lanjut. “Semua sepakat, termasuk PKS. Kita sudah komitmen semua secara verbal,”tegas Syarif. Kenaikan Harga BBM belum secara resmi diuumkan oleh pemerintah, namun sejumlah roda transpotasi umum sudah berancang-ancang menaikkan tarif. Selain agkutan umum, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga berencana menaikkan harga tiket kereta. Kepala Humas PT. KAI, Mateta Rizalulhaq menyatakan, hingga saat ini pikirannya memang belum membicarakan rencana kenaikan harga tiket kereta. Sebab pihaknya masih menunggu pengumuman resmi kenaikan harga BBM bersubsidi. Pemicu kenaikan itu, PT. KAI masih menggunakan solar yang disubsidi pemerintah. ”HSD (High Speed Diesel) yang kami pakai itu masih subsidi,”ujar Mateta kemarin (14/05) Rencananya, pemerintah menaikkan harga harga premium menjadi Rp. 6.500,00 dan solar menjadi Rp. 5.500,00 per-liter. Mateta mengungkapkan, untuk harga tiket kelas bisnis, eksekutif, dan ekonomi AC yang dipegang KAI, ada kecenderungan naik. Sementara itu, harga tiket ekonomi non AC tetap, karena ditentukan pemerintah. Meski begitu pihaknya menjamin bahwa kenaikan harga itu sesuai dengan daya beli masyarakat. “Harus sesuai dengan harga kewajaran,”ujar dia. Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Soesantono mengatakan, bahwa pemerintah akan mengupayakan tarif kereta api kelas ekonomi tidak naik meskipun ada kenaikan harga BBM. Sementara itu, terkait dengan tarif angkutan umum, Bambang menegaskan bahwa saat ini Kementerian Perhubungan menyiapkan formula tarif angkutan umum yang baru. Saat ini kajian mengenai besaran penyesuaian tarif angkuta darat tersebut dipersiapkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. “Sudah di exercise. Pak Dirjen perhubungan Darat masih menunggu hasilnya berapa,”ujar dia. ( JP, Ingun, Esha )