News Room, Jum’at ( 11/06 ) Upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bersama Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep, yang telah melaksanakan Memorial of Understanding (MoU) terkait rencana memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam kurikulum sekolah, mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), rupanya juga mendapat respon dari pihak sekolah. Salah satunya seperti yang disampaikan Kepala SDN Pajagalan I, Drs. Mohammad Jakfar. Menurutnya, pendidikan berlalu lintas memang sangat tepat diberikan kepada siswa sejak dini, sehingga pemahaman berlalu lintas yang baik dan benar betul-betul dipahami. Setidaknya, pemahaman kedisiplinan dalam berlalu lintas bisa tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Pendidikan berlalu lintas memang sangat tepat diberikan kepada siswa, sehingga mereka akan senantiasa mengetahui dan mematuhi adanya rambu-rambu lalu lintas yang ada,â€Âujarnya. Hal senada juga diungkapkan Kepala SMA Negeri 2 Sumenep, Drs. Tamyis Rauf. Hanya saja, sehubungan jumlah mata pelajaran yang diberikan kepada siswa sudah cukup banyak, sehingga kemungkinan bisa diintegrasikan kepada mata pelajaran tertentu. “Sebab, kita ketahui saat ini mata pelajaran bagi siswa sudah cukup banyak, jadi solusinya bisa dimasukkan kedalam mata pelajaran. Karena, yang terpenting dalam kurikulum tersebut dalam rangka menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,â€Âjelasnya. Sementara, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep merencanakan kurikulum pendidikan berlalu lintas itu termasuk muatan lokal, dengan tujuan memberikan pengetahuan tentang tata cara berlalu lintas, sehingga dengan adanya kurikulum pendidikan berlalu lintas di sekolah bisa menekan angka kecelakaan pelajar, termasuk aksi kebut-kebutan di jalan, yang selama ini cukup marak. ( Ren, Esha )