Media Center, Kamis ( 28/09 ) Kabupaten Sumenep akan menjadi pusat kegiatan sekolah laut yang di programkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan salah satu dari agenda besar yang di programkan pusat, yakni sekolah gunung, sekolah sungai, dan sekolah laut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap-siagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Bambang Agus Legowo kepada Media Center, Kamis (28/09) mengungkapkan, rencana kegiatan Sekolah Laut di Kabupaten Sumenep ini diawali dengan rapat persiapan bersama personil BPBD Sumenep, PJOK, BPP, Staf Pengelolaan Keuangan, Brigade Penolong (BP.13.29), tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya.
“Karena ini merupakan kegiatan besar yang memerlukan gerakan besar agar semua pihak, termasuk Pemkab Sumenep, masyarakat serta dunia usaha untuk terlibat didalamnya,”ungkapnya.
Dijelaskan, ditunjuknya Kabupaten Sumenep sebagai tempat kegiatan Sekolah Laut, disamping juga untuk mempromosikan Sumenep yang memiliki potensi laut, juga untuk menggerakkan kepedulian masyarakat akan pentingnya laut.
Dikatakan, dalam pelaksanaannya nanti sekitar awal Nopember 2017, kegiatan Apel Relawan yang akan melibatkan sekitar 1000 orang, yang terdiri dari masyarakat, anak sekolah, relawan, Pramuka dan dunia usaha untuk bersama-sama bergerak melaksanakan gotong-royong membersihkan pesisir pantai dan menanam vegetasi laut.
“Kita berharap dengan kegiatan ini meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap laut, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, sehingga laut menjadi indah dan bersih,”tambahnya.
Sementara itu, beberapa agenda penting lainnya juga akan dilaksanakan dalam rangka kegiatan sekolah laut, seperti halnya kegiatan workshop atau sosialisasi Sekolah Laut kepada aparatur dan masyarakat.
Kemudian pelaksanaan Sekolah Laut daerah atau pembentukan dan pengembangan komunitas relawan laut. Bahkan, berikutnya akan ada workshop rencana tindak lanjut yang akan mengevaluasi hasil akhir sekolah laut dalam rangka gerakan nasional pengurangan resiko bencana. ( Ren, Esha )