Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-04-2009
  • 642 Kali

Sekolah Adiwiyata Harus Berani Kenalkan Potensi Lokal

News Room, Sabtu ( 25/04 ) Dalam rangka mempersiapkan Lomba Adiwiyata Nasional tahun 2010, pihak Departemen Lingkungan Hidup dengan Tim Adiwiyata Jatim melakukan kunjungan dan pembinaan ke Sekolah yang dipersiapkan untuk diikutkan Lomba Adiwiyata Nasional 2010. Salah seorang Tim Juri Adiwiyata dari Departemen Lingkungan Hidup Pusat, Bambang Ismail kepada sejumlah wartawan di SMPN I Sumenep, Sabtu (25/04) mengungkapkan, upaya untuk berani melakukan sebuah kebijakan dilingkungan sekolah, perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar mencerminkan peduli terhadap lingkungan. “Salah satu contoh, membuat kebijakan tentang kawasan bebas gabus, yang jelas berbahaya dan mencemarkan lingkungan, menciptakan potensi lokal di sekolah, misalnya bagaimana mengenalkan potensi lombang dengan tumbuhan cemara diisini,”ujar Bambang. Bahkan yang penting untuk dilakukan yakni pola kemitraan yang harus dijalin dengan berbagai kalangan. Baik media, LSM, pihak orang tua, sekolah lainnya maupun amsyarakat. Karena tidak mungkin sekolah dengan areal yang cukup luas di SMPN I Sumenep ini dikelola sendiri tanpa kemitraan dengan berbagai pihak untuk membantu memberikan ide dan pemikiran kreatif. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumenep, Ir. Abdul Mutallib Faraj. Menurutnya, pola kemitraan perlu tetap dijalin dengan berbagai kalangan, seperti media, LSM dan kelompok peduli lingkungan lainnya. Sebab, bagaimanapun, lingkungan merupakan persoalan bersama yang harus dilestarikan dan selalu dijaga. “Siapa lagi yang akan menjaga lingkungan ini, kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri, dan saling mengingatkan kepada orang-orang disekitar kita,”ujarnya. Sementara, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Moh. Sudirman, MM berharap, apa yang diraih SMPN I Sumenep dalam Adiwiyata tingkat Propinsi dan Nasional nanti, dapat dijadikan pemicu bagi sekolah lain di Sumenep. Bahkan jika perlu untuk sekolah di pinggiran juga tidak kalah dengan sekolah di kota dalam mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sebab, terkadang potensi lahan sekolah lebih luas disekolah lingkungan Kecamatan dari pada yang di Kota dengan areal yang cukup terbatas. ( Ren, Esha )