Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-03-2009
  • 574 Kali

Sekitar 25 Persen, Warga Dusun Babakol Tak Bisa Nyontreng

News Room, Selasa ( 24/03 ) Upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, untuk menyosialisasikan Pemilu 2009, nampaknya belum maksimal. Warga Dusun Babakol, Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, sebagian besar ternyata belum mengetahui tatacara pencontrengan. Akibatnya, 25 persen suara dinyatakan tidak sah, dari 100 orang pemilih. Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Toha Samadi, ST mengatakan, masih rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pencontrengan itu, diketahui ketika pihaknya melakukan simulasi tatacara pencontrengan Pemilihan Legislatif (Pileg) 09 April 2009, di Dusun Babakol, Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Selasa (24/03) pagi. “Kami sengaja gelar simulasi, untuk mengukur sejauh mana pengetahuan warga pesisir pantai tentang tatacara pencontrengan. Ya, hasilnya 20 persen pemilih suaranya dinyatakan tidak sah,”kata Toha, pada wartawan di lokasi simulasi pencontrengan Pileg, Selasa (24/03). Namun, yang menjadi catatan tersendiri, kata Toha, bahwa proses penghitungan suara membutuhkan tenaga dan ketelitian. Sebab, tinta yang dicentangkan pada surat suara ternyata sulit dibaca, dikarenakan kurang terang. “Seharusnya tinta yang digunakan itu semacam spidol, sehingga mempermudah petugas KPPS dalam melakukan penghitungan suara,”ujarnya. Selain itu, kekurangan yang ditemukan dalam simulasi tersebut, yakni bilik dan kotak suara terlalu kecil, karena tidak seimbang dengan lebarnya surat suara. “Dari kekurangan itu, kami akan melakukan evaluasi untuk pembenahan pada hari “H” Pileg 09 April 2009 nanti, baik pelebaran bilik dan kotak suara, maupun mempercepat pencontrengan, yang juga diketahui butuh waktu 5 hingga 8 menit untuk satu orang pemilih,”terangnya. Sementara itu, Abdullah Gani, warga setempat, mengaku kebingungan dan kesulitan untuk mencontreng. “Saya bingung mau mencontreng, karena terlalu banyak gambar partai dan nama terlalu banyak gambar partai dan nama caleg. Kemudian, saya juga tidak bisa cepat, karena biliknya kurang lebar,”ungkapnya menambahkan. ( Nita, Esha )