Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-06-2007
  • 497 Kali

Sekdaprop Jatim Tawarkan Tiga Konsep Nasionalisme Baru

Sumenep-Kominfo News Room : Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum menawarkan tiga konsep nasionalisme baru untuk dikembangkan pemerintah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tiga konsep itu meliputi nasionalisme bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. Hal itu disampaikan Soekarwo saat membuka Sarasehan dan Dialog Antar Generasi, dalam rangkaian memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 99, di Gedung Juang 1945 Surabaya, Kamis kemarin (31/05). Menurut Soekarwo, tiga konsep itu telah disesuaikan dengan keadaan sosial politik di Jawa Timur saat ini, yakni pertama, nasionalisme yang dilakukan pada bidang politik. Artinya, pemerintah harus tetap berpijak pada fungsi utamanya dalam melayani rakyat dan melindunginya dari pengaruh kolonialisme. ”Para pejuang akan menangis bila fungsi-fungsi itu dilupakan,” tuturnya. Kedua, nasionalisme yang diterapkan pada bidang ekonomi. Maksudnya, negara wajib melindungi rakyat miskin dari mekanisme pasar yang sangat kejam. Jika negara tidak punya konsep ini, rakyat akan terjerat oleh sistem perekonomian yang dibuat kapitalisme. Dalam hal ini, pemerintah hendaknya mensubsidi dan memberikan kebebasan kepada rakyat miskin untuk meningkatkan perekonomiannya berdasarkan potensi yang dimiliki. Dan ketiga, nasionalisme yang diterapkan pada bidang sosial budaya. Pemerintah wajib merumuskan dan mengembangkan kebijakan yang kuat untuk melindungi rakyat dari pengaruh-pengaruh asing yang datang melalui berbagai media. Kritik sosial juga disampaikan oleh salah seorang tokoh veteran, M. Iskandar Yasin. Menurut dia, pemerintah, masyarakat beserta generasi mudanya harus tetap menjaga semangat nasionalisme yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, dan Proklamasi yang telah diusung oleh para pejuang zaman dahulu. Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur, Muhammad Rizal mengatakan, dalam upaya mengawal cita-cita bangsa, pemuda mempunyai tiga peran penting. Yakni berperan sebagai agen pembaharuan, agen pemersatu bangsa, dan sebagai insan yang cerdas serta kompetitif dalam memajukan bangsa. ”Pemuda juga harus selektif dan kritis dalam menyikapi globalisasi, karena globalisasi justru dapat menjatuhkan martabat bangsa jika tidak disikapi secara kritis,” ungkapnya. Sementara menurut Kepala Badan Informasi Publik (BIP) Kementerian Negara Bidang Komunikasi dan Informatika RI, Drs. Suprawoto, SH, MSi, semangat nasionalisme yang perlu dikembangkan saat ini berbeda dengan dulu yang dilakukan para pejuang. ”Semangat nasionalisme saat ini harus dikembangkan untuk menghadapi permasalahan negara, seperti kemiskinan, korupsi, lemahnya penegakan hukum, dan lemahnya perekonomian bangsa,” kata Mantan Kepala Dinas informasi dan Komunikasi Propinsi Jatim ini. Dituturkannya, agar memperoleh hasil perjuangan yang maksimal, maka semangat nasionalisme harus dilakukan secara sinergis antar generasi, antar suku, dan antar kalangan masyarakat. ( JNR, Esha )