News Room, Jum’at ( 07/08 ) Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Sumenep ternyata berdampak terhadap volume air di sejumlah DAM di wilayah daratan. Data Dinas PU Pengaiaran Kabupaten Sumenep di sejumlah DAM, volume airnya menyusut. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Moh. Jakffar, MM mengatakan, hingga bulan ini, berdasarkan hasil pantuannya disejumlah DAM volumen air memang terjadi penyusutan. Namun, biasanya penyusutan volume air itu terjadi pada siang hari, sedangkan dimalam hari volume airnya kembali normal. Penyusutan volume air disejumlah DAM itu rata-rata berkisar antara 30 persen hingga 35 persen, dan DAM yang airnya menyusut diantaranya DAM Kebunagung, DAM Banjar, DAM Braji, DAM Banjeru, DAM Jepun, dan DAM Kali Masjid. â€ÂDAM yang aiarnya turun, kita sudah merencanakan pada tahun depan diperlebar hingga mencapai 0,25 hingga 0,50 hektar, dan itu harus dilakukan karena merupakan salah satu upaya, agar volume airnya tetap stabil. Sedangkan tahun ini langkah awalnya dilakukan pembebasan lahannya,†tegsanya. Moh. Jakfar menyatakan, DAM yang volume airnya tetap stabil meski musim kemarau, yakni DAM Tambak Agung Ambunten, DAM Parsanga, dan DAM Karpenang. Sementara itu pembangunan DAM Dinas PU Pengairan selama 3 tahun terakhir sebanyak 8 DAM di sejumlah Desa, diantaranya di Larangan Perreng, Larangan Berma, Montorna, Lebbeng Barat, Lebbeng Timur, Guluk-guluk dan Mandelen. ( Yasik, Esha )