News Room, Jum’at ( 06/01 ) Keberhasilan penggunaan pintu elektrik sebagai pembuka pintu tutup Dam Jepun di Kecamatan Lenteng yang dilaksanakan melalui APBD tahun 2011 lalu perlu terus dilanjutkan pada sejumlah Dam di Sumenep. Seperti halnya di Dam Kebunagung Kecamatan Kota Sumenep, yang memang juga layak menggunakan pintu dam elektik seperti itu. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Edy Rasyiadi, MM mengungkapkan, setelah melihat penggunaan pintu dam elektrik di Kecamatan Lenteng, merasa juga perlu diterapkan di sejumlah dam di Sumenep. Sehingga, akan memudahkan petugas maupun masyarakat pengguna air dalam melakukan pengaturan air Dam. “Disamping lebih maksimal, tentu juga bisa mengurangi tenaga manusia. Karena dengan menggunakan pintu manual masih harus dilakukan 4 hingga 5 orang. Sedangkan dengan pintu elektrik cukup dengan ditombol seorang petugas,”ujarnya. Karena itu pihaknya, juga akan melakukan pengecekan kesejumlah dam yang ada di Sumenep, sehingga secara bertahap bisa dilakukan pengadaan pembuka dam elektrik untuk memudahkan pengaturan air. Sebab, seringkali disejumlah dam ketika terjadi banjir besar, petugas sangat kesulitan untuk mengatur pembuangan air. Bahkan, diakui H. Edy, alat tersebut disamping banyak manfaatnya biaya pengadaannya juga relatif terjangkau. Yakni, hanya sebesar Rp. 40 juta lengkap dengan alat dan mesinnya. Sedangkan penggunaannya sangat membantu petugas dan petani karena juga dapat memaksimlakan pengurasan waled yang biasanya banyak menurupi dasar Dam. Disamping itu tegas Edy pihaknya juga berharap pengelolaan air yang dilakukan oleh para pengurus Hippam hendaknya betul-betul dilakukan secara transparan dan profesional. Sebab, jika Hippam bisa mengelola dengan baik, maka kesejateraan petani lebih terjamin. “Hal itu sudah banyak dibuktikan oleh beberapa Hippam yang bagus pengelolaannya hingga mendapat prestasi dan bantuan pengembangan usahanya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )