News Roo, Jum’at ( 11/07 ) Pengunjung Wisata di Sumenep dalam dua pekan terakhir meningkat dari hari-hari biasanya. Pasalnya, menjelang liburan sekolah, pengunjung yang mayoritas usia sekolah dari beberapa daerah di Jatim, seperti Banyuangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan kota lainnya, termasuk pengunjung lokal dari tiga Kabupaten di Madura dan sekitar Kota Sumenep sendiri ramai mengunjungi Museum Keraton Sumenep. Menurut Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Museum Keraton Sumenep, Abdul Wahid, pengunjung Museum memang lebih banyak dari hari-hari biasanya pada saat lebaran dan hari libur sekolah. Sebab para pengunjung Museum yang biasanya dari sekolah itu ingin mengetahui peninggalan keraton dan budaya Sumenep. Sedangkan bagi pengunjung dewasa biasanya memang berniat ziarah ke makam Asta Tinggi, Bujuk K. Abdullah Batu Ampar Guluk-guluk dan Sayyid Yusuf di Talango, dan ke Museun hanya sekedar singgah untuk melihat-lihat Museum dan Taman Sare yang ada di sebelah timur Pendopo Agung Sumenep. Sementara yang memang bertujuan untuk wisata biasanya objek yang di tuju Pantai Slopeng dan Panati Lombang. Namun, mereka tetap singgah ke Museum untuk mengetahui benda-benda yang mengandung nilai budaya dan seni. Biasanya yang paling banyak dilihat oleh pengunjung wisata menurut Abdul Wahid, peralatan upacara tradisional, senjata peninggalan kerajaan serta benda-benda peninggalan pada masa R. Moh.Saud (Bendara Saud) dan Sultan Abdurrahman. Ditanya mengenai golongan pengunjung yang banyak, biasanya memang dari golongan dewasa sekitar 80 persen pengunjung, sedangkan sisanya anak-anak dan pelajar. Pada dua pekan terakhir diakui Abdul Wahid setiap harinya rata-rata sekitar 50 orang yang kebetulan banyak pelajar yang mengisi waktu libur. Sementara pada hari-hari biasa hanya sekitar 20 hingga 30 pengunjung. Namun yang paling ramai biasanya pada saat suasana lebaran, bahkan pernah dikunjungi sekitar 250 orang dalam sehari. Sebenarnya menurut Abdul Wahid, pihaknya masih menginginkan dilakukan penataan kembali keberadaan benda-benda di Museum. Apalagi dalam beberapa tahun ini ada tambahan koleksi benda-benda milik keturunan Dr. H. Moh. Anwar. Sebab yang ahli menata benda-benda museum ini memang dari tenaga ahli seni dan budaya Disparbud Jatim dan dari Pacitan, yang memang sebelumnya menata benda-benada di Museum Keraton Sumenep agar lebih menarik dipandang dan membuat pengunjung benar-benar menikmati dengan puas. ( Ren, Esha )