News Room, Rabu ( 24/07 ) Sebelum Ramadhan melaporkan semua prilaku dan amal perbuatan manusia (Muslim) kepada sang pemilik alam nyata dan alam ghoib (Allah SWT). Namun sangat disayangkan, kebanyakan para generasi muda Muslim di tanah air tidak mengerti arti dan hakikat malam Idul Fitri yang penuh keistimewaan sehingga tidak sedikit yang menyia-nyiakan malam kemenangan nan indah itu dengan perbuatan yang tidak berguna seperti membakar kembang api, petasan atau mercon. Hal tersebut disampaikan KH. Taufik Sakur di Masjid Jamik Sumenep, Kamis (24/07) setelah sholat Subuh. KH. Taufik megatakan, menyambut Idul Fitri sesungguhnya tidaklah harus melalui kegiatan hiburan seperti pesta kembang api, membakar petasan atau mercon karena perbuatan ini sia-sia belaka. Selanjutnya dalam ajaran Islam tidak satu ayat Al-Quran dan Hadist Nabi pun yang menerangkan bahwa pada malam Iedul Fitri harus bakar petasan atau mercon dan sejenisnya. KH. Taufik berharap, kedepan agar para orang tua, guru agama, guru pengajian dan kepala lingkungan dapat mereview dan mengingatkan kembali aktivitas para remaja sedini mungkin dari perbuatan yang sia-sia dan meresahkan warga. Sehingga kesakralan makna dan nilai-nilai Idul Fitri benar-benar dipahami dan dimengerti oleh generasi muda (remaja) Muslim sebagai refleksi kesucian jiwa raga. ( JuP-01, Fer )