Sumenep-Infokom News Room : Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bertekad untuk wewujudkan program Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dalam memberantas masyarakat penyandang buta aksara. Pasalnya, Propinsi Jawa Timur dinilai sebagai daerah terbesar yang masyarakatnya buta aksara. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si mengatakan, Biro Pusat Statistik (BPS) menempatkan Propinsi Jawa Timur sebagai kantong terbesar buta aksara di Indonesia. Dan dengan adanya data dari Biro Pusat Statistik itu kemudian dijadikan acuan Departemen Pendidikan Nasional. Padahal menurut H. Moh. Rais, data itu diperoleh dari hasil penjaringan masyarakat secara global. Hanya saja, yang menjadi prioritas program pemberantasan buta aksara itu bagi usia produktif, antara usia 15 hingga 44 tahun. H. Moh. Rais menambahkan, fenomena itu berimbas pada validitas data penyandang buta aksara di Bumi Sumekar ini, sedangkan jumlah masyarakat buta aksra di Kabupaten Sumenep, menurut H. Moh. Rais masih akan dikordinasikan dengan hasil pendataan terbaru yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Oleh karenya, pihaknya bertekad untuk mengerahkan segala upaya agar masyarakat Kabupaten Sumenep bebas dari buta aksara. ( Yasik, Esha )