News room, Senin ( 04/06 ) Melalui Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Bahasa Mandarin yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumenep, merupakan upaya untuk terus melakukan inovasi bagi perkembangan dibidang pendidikan, ekonomi dan pariwisata. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si pada pembukaan Diklat Bahasa Mandarin bagi Guru SMP/SMA Negeri dan swasta tahun 2012 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Batuan, Sumenep, Senin (04/06). Dijelaskan, saat ini negara China merupakan negara yang sangat pesat perkembangannya khususnya dibidang ekonominya, bahkan mampu mengalahkan 2 negara lainnya yang lebih maju sebelumnya, yakni Korea Selatan dan Jepang. Disamping pula perkembangan penduduknya yang sudah mencapai 1 milyar lebih, seiring perkembangan ekonomi internasional. “Bahkan, istilah “Belajarlah sampai ke negeri China“ memang harus diakui kebenarannya. Yang salah satunya melalui tranformasi bahasa dan perkembangan ekonominya,”ujarnya. Dijelaskan H. Moh. Saleh, saat ini hampir semua teknologi memakai label bahasa China, disamping Inggris. Karena itu, berharap melalui pelatihan dan pendidikan bahasa Mandarin bagi para guru SMP dan SMP di Sumenep hendaknya dapat ditindak lanjuti kepada guru lainnya dimasing-masing sekolah, termasuk kepada para siswanya. Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumenep, Titik Suryati, SH, MH mengungkapkan, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Bahasa Mandarin bagi guru SMP dan SMA tersebut nantinya akan terus ada kelanjutan, dan tidak hanya sekedar pelatihan, namun perlu ada programkan kedepan, mungkin dengan membuat payung hukumnya terlebih dahulu. “Yakni seperti Peraturan Bupati (Perbup) dengan memasukkan bahasa Mandarin sebagai bahasa lokal yang dimasukkan dalam kurikulum di sekolah.”ujarnya. Peserta Diklat Pengembangan Bahasa Mandarin tersebut diikuti sebanyak 40 guru yang tersebar di beberapa sekolah SMP dan SMA Negeri maupun swasta di Kecamatan daratan dan kepulauan. Sedangkan waktu pelatihan terdiri dari 2 tahap, yakni tahap I selama 20 hari, dan dilanjutkan tahap II selama 20 hari. Kegiatan Diklat tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan TOPSY Ecnocation Perwakilan Surabaya. ( Ren,Esha )