News Room, Kamis ( 05/07 ) Sebanyak 379 penumpang kapal perintis Sabuk Nusantara 27 tujuan Masalembu kembali terlantar di Pelabuhan Kalianget setelah adanya penundaan keberangkatan karena cuaca yang buruk. Para penumpang tersebut sebagian besar menempati ruang tunggu pelabuhan III sejak Selasa (03/07) yang lalu dan sebagian lainnya menumpang di rumah penduduk dan kerabat di sekitar pelabuhan. Akibat penundaan kapal perintis tersebut akhirnya banyak kerugian yang dialami oleh para penumpang diantaranya adalah barang bawaan yang mudah busuk serta biaya keperluan sehari-harinya. Melihat keadaan tersebut Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial menaruh perhatian khusus dengan memberikan bantuan makan dan minum sebanyak 3 kali sehari dan diantar ke tempat penampungan di Kalianget. Selain itu juga mereka dibebaskan dari biaya menggunakan kamar mandi selama di penampungan. Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabuapten Sumenep, Drs. RB Moh. Masyur, menjelaskan bahwa apa yang dilakukan selama ini adalah atas instruksi Bupati Sumenep setelah mendapat laporan dari Camat Kalianget. Sehingga pihaknya langsung menindak lanjuti dengan melakukan pendataan jumlah penumpang terlantar yang dibantu oleh tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) setempat. Merinci jumlah dana yang dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut, Mansyur mengungkapkan hingga Sabtu (07/07) mendatang diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar Rp. 50 juta. Diterangkan pula bahwa dana tersebut didapat melalui salah satu program kegiatan pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPKA). Pihaknya berharap agar semua instansi terkait turut memikirkan solusi atas penundaan keberangkatan kapal perintis ini, mengingat hal ini tidak sepenuhnya karena cuaca yang buruk tetapi juga faktor manajemen yakni penjadwalan yang kurang sempurna. ( Jhon, Fery )