News Room, Senin ( 15/09 ) Di era globalisasi ini, ternyata tidak semua daerah bisa merasakan nikmatnya penerangan di malam hari. Seperti yang dialami sedikitnya 209 Kepala Keluarga (KK) di 4 Dusun, Desa Jangkong, Kecamatan Batang-Batang, hingga sekarang belum teraliri jaringan listrik. Anggota DPRD Sumenep asal Batang-Batang, H. Nayatullah bin Superang, mengaku heran terhadap petugas PLN yang terkesan mengabaikan Surat Rekomendasi Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, Nomor 671.1/596/435,209/2011. “Sudah lama surat pengajuan permohonan ke PT. PLN Jawa Timur, diserta rekomendasi dari Bupati Sumenep dilayangkan. Tapi, hingga detik ini belum ada tindakan apapun dari PLN,”kata H. Nayat. Menurutnya, di Desa Jangkong itu terdapat sekitar 500 KK, namun 209 KK diantaranya belum teraliri listrik yang tersebar di 4 Dusun, yakni Dusun Galis, Pardikan, Porajen, dan Dusun Rungbiru. “Kami sangat kasihan, sebab mereka sampai sekarang belum teraliri jaringan listrik. Padahal, di daerah tersebut terdapat siswa yang butuh penerangan listrik di malam hari untuk belajar,”terangnya. H. Nayat mengungkapkan, upaya yang dilakukan warga di 4 Dusun itu, agar bisa mendapat aliran listrik, terpaksa dengan cara nyantol ke Desa tetangga yang jaraknya sekitar 2 kilometer. “Mereka sudah tidak peduli dengan bahaya atau tidak. Yang penting bagi warga disana (Desa Jangkong, Red) bisa teraliri listrik, meski dengan nyantol,”ungkapnya. Untuk itu, lanjut Nayat, pihaknya meminta pemerintah supaya cepat menindak lanjuti persoalan ini, karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. ( Nita, Esha )