Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-12-2009
  • 526 Kali

SDN Rubaru, Kembangkan Manajemen Sekolah

News Room, Kamis ( 24/12 ) Salah satu upaya untuk terus mengembangkan sekolah diperlukan kelihaian tersendiri oleh top menejer maupun semua komponen pelaksana di sekolah tersebut. Karena itu, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rubaru 2, terus melakukan upaya pengembangan manajemen pengelolaan sekolah agar tetap berjalan eksis, ditengah semakin ketatnya persaingan dunia pendidikan saat ini. Sebab, jika tidak, akan ketinggalan dan pada akhirnya akan tergerus oleh perkembangan lembaga pendidikan lain yang banyak bermunculan. Kepala SDN Rubaru 2, Hadi Purnomo, S.Pd mengaku, upaya untuk mengembangkan pendidikan di daerahnya memerlukan strategi tersendiri. Disamping dengan melaksanakan menejemen transparansi, juga dibutuhkan menejemen kemasyarakatan. Ternyata, dengan konsep seperti itu hasilnya cukup efektif dan respon masyarakat cukup bagus. "Syukurlah, dengan upaya yang kami lakukan tidak sia-sia, dari tahun ketahun terus ada meningkatan jumlah siswa. terbukti sejak pertama kali saya disini tahun 2007 lalu, jumlah siswa hanya sekitar 90 siswa, kemudian tahun 2008 naik menjadi 100 siswa dan pada tahun 2009 ini sudah mencapai 102 siswa."ujar Hadi Purnomo. Disamping itu, sejak tahun ajaran baru 2007 lalu, berdasarkan hasil survei dan masukan dari masyarakat serta tokoh masyarakat, sehingga melalui kesepakatan dengan komite sekolah juga mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) PGRI Sandi Utomo. Pertama siswanya hanya 15 anak, dan saat ini sudah mencapai 35 siswa. Sebab, bagaimanapun kedepan keberadaan TK sangat signifikan, apalagi saat ini sudah masuk dalam kurikulum. Hadi Purnomo, yang mengaku banyak malang melintang sebagai guru di Kecamatan Rubaru ini, mengelola sekolah berdasarkan pengalaman serta masukan dari masyarakat. Terbukti, mantan guru SDN Benasare 2 sejak tahun 1985, dan guru SDN Pakondang 3, Kecamatan Rubaru, ketika lulus PSTP dan diangkat Kepala Sekolah (Kasek) pada tahun 2007 di SDN Rubaru 2, dapat membuktikan kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan. Yang terpenting, jelas Hadi Purnomo, dalam pengelolaan Biaya Operasional Sekolah (BOS) tidak kaku. Dan bisa dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan riil dilingkungan sekitar. Misalnya, untuk memberikan bantuan kepada siswa tidak mampu serta memaksimalkan penggunaan BOS untuk kepentingan sekolah dan siswa. Pihaknya bersyukur, pada tahun 2009 ini SDN Rubaru 2 mendapat DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp. 140.000.000,00 untuk rehab 2 ruang kelas. Meskipun masih ada sejumlah kelas yang masih memerlukan rehabilitasi, namun setidaknya dengan rehab 2 ruang kelas yang selama ini tidak dapat dimanfaatkan itu sudah bisa difungsikan sebagaimana mestinya. ( Ren, Esha )