Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-06-2015
  • 599 Kali

SDN Pangarangan VII Buka Cabang Pencak Silat

News Room, Senin ( 22/06 ) Konon belajar pencak silat harus sejak usia muda. Karena, di masa itu otot-otot masih kuat dan tidak kaku. Disamping itu, yang lebih penting lagi semangat dalam darah muda lebih besar. Kiranya alasan ini yang turut mendasari SDN Pangarangan VII membuka cabang pencak silat dengan bekerja sama dengan perguruan silat Walet Hitam Sumenep.

“Dasar yang lebih utama ialah ingin menanamkan rasa cinta pada budaya leluhur, khususnya pencak silat ini.

Disamping ingin memberi pengetahuan tentang seni beladiri, dan tujuan-tujuan mulia yang terkandung di dalamnya,”kata Kepala SDN Pangarangan VII, RA. Poeriyani, pada News Room.

Menurut Bu Rin, panggilan akrabnya, rencana membuka cabang pencak silat ini sudah lama, yakni saat Kepala Sekolah dijabat Fathorrasjid Sofa, yang sekaligus guru besar perguruan silat selat Walet Hitam Sumenep, pada tahun 2004 silam. Namun rencana itu baru direalisasikan tahun ini. “Pembukaannya baru bulan April kemarin,”tambahnya.

Bertindak sebagai pelatihnya menurut Bu Rin ialah Untung Effendi, guru muda perguruan silat selat Walet Hitam Sumenep, sekaligus juga staf guru pengajar di sekolah yang dulu bernama SDN Karembangan III ini. “Untung Effendi ini salah satu murid terbaik pak Rasyid Sofa,”ungkapnya.

Cabang pencak silat di SDN Pangarangan VII ini juga menerima pendaftaran dari siswa-siswi dari sekolah lain. Mengenai respon dari murid maupun wali murid dari sekolah yang sejak adanya Inpres tahun 1973 ini berubah nama menjadi SDN Pangarangan VI dan VII ini, menurut Bu Rin, cukup bagus.

“Ya memang tidak seperti kursus bidang studi, namun apresiasi siswa dan orang tuanya lumayan baik. Ya, kita harapkan kegiatan ini terus berjalan, dan berdampak positif bagi siswa dan masyarakat luas. Terlebih lagi, seperti yang pernah diucapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu, pencak silat ini direncanakan akan dimasukkan dalam materi pelajaran muatan lokal,”pungkas Rin. ( Farhan, Esha )