News Room, Selasa ( 13/01 ) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangarangan V yang berada di tengah kota ternyata cukup diminati siswa. Terbukti, untuk tahun ajaran 2008-2009 ini, jumlah siswa sebanyak 360 orang, sehingga kelas 1 dan 2 masuknya secara bergantian setiap hari. Hal tersebut diakui Kepala SDN Pangarangan V, Drs. Miftahol Arifin kepada sejumlah wartawan di kantornya. Menurutnya, pihaknya merasa kesulitan meanampung jumlah siswa yang ada, namun jika tidak ditampung bagaimana dengan penilaian wali siswa. Sementara diakui Miftahol Arifin, kelas yang ada tidak mencukupi untuk menampung seluruh siswa yang ada. “Terpaksa kita setting jadwal masuknya, antara kelas 1 dan kelas 2, sepulang kelas 1 pukul 09.30 WIB kemudian kelas 2 masuk hingga pukul 12.30 WIB. Itulah cara kita melaksanakan pembelajaran, agar tetap berjalan maksimal,â€Âujar Miftahol Arifin. Karena itu pihaknya berharap, ada penambahan ruang sedikitnya 2 hingga 5 kelas, agar semua siswa bisa masuk sesuai dengan sekolah yang lain,â€Âujar Miftahol Arifin. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si sebelumnya mengungkapkan, disamping mengalokasikan gedung sekolah yang rusak, secara bertahap juga melakukan pembangunan gedung yang kualitasnya kurang memenuhi standart. Hanya saja menurut H. Moh. Rais, kendalanya kebutuhan dana masih terbatas. Sebab, anggaran pendidikan bukan hanya untuk pembangunan gedung sekolah baru, namun juga untuk memperbaiki gedung yang rusak dan sebagainya yang masih banyak termasuk juga di kepulauan. Sekedar diketahui, dari sebanyak 635 gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Sumenep, sekitar 392 gedung SDN tersebut kondisinya dalam keadaan rusak dan membutuhkan perbaikan. Gedung sekolah yang rusak itu tersebar di 27 Kecamatan, baik daratan maupun kepulauan. ( Ren, Esha )