Media Center, Selasa ( 29/06 ) SDN Pangarangan 3 Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep sebagai sekolah mitra Inovasi terus menumbuhkan bibit-bibit siswa berprestasi khususnya di bidang literasi dan inovasi.
Bahkan, sekolah yang menjadi rujukan tingkat nasional ini di masa pandemi tahun ini dua siswanya meraih prestasi tingkat nasional dan satu siswa sedang mengikuti ajang kompetisi desain poster digital di tingkat nasional.
Salah seorang guru pembimbing SDN Pangarangan 3, Andilala, S.Pd.SD, menjelaskan, sebelum melaksanakan kemitraan dengan Inovasi, sekolahnya telah melaksanakan literasi dan sudah menjalankan pembiasaan siswa untuk membaca sesuai acuan Kemendikbud. Namun, setelah bermitra dengan Inovasi sangat terasa perkembangan program literasinya lebih terarah.
“Setelah bermitra dengan Inovasi anak-anak bukan hanya biasa membaca tetapi juga bisa berbicara dan terbukti siswa kami menjadi Juara 1 mendongeng tingkat nasional dan juara satu pula lomba puisi tingkat nasional,” jelas Andilala, saat melakukan pembinaan dan pendampingan siswa berprestasi di sekolahnya, Selasa (29/06/2021).
Di samping itu, menurut guru yang juga Fasilitator Daerah (Fasda) Inovasi Kabupaten Sumenep ini, sekolahnya memiliki program satu tahun satu buku dan saat ini juga sudah memiliki 5 karya tulis berupa majalah dan buku. Bahkan, karya yang terakhir buku “Damar Kambang” menjadi salah satu buku yang menorehkan SDN Pangarangan 3 masuk dalam Gerakan Sekolah Menulis Buku Indonesia (SMBI) yang mendapat predikat sekolah aktif literasi nasional dan mendapat sertifikat serta penghargaan.
Dijelaskan, buku pertama berjudul “Komala’, kedua buku antologi cerita rakyat Sumenep, ketiga dan keempat cerita bergambar (Cergam) Pesapean Pappa dan Jokotole, sedangkan yang kelima Buku berjudul “Damar Kambang”.
"Di samping itu sebagai sekolah Inovasi SDN Pangaran 3 juga memiliki sekolah imbas dan 10 sekolah ini sudah punya antologi puisi 1 hari 1 puisi karya guru dan anak," imbuhnya.
Dikatakan, jika di tahun 2020 sekolahnya menerbitkan buku Damar Kambang, untuk tahun 2021, sudah mulai digagas agar anak-anak bisa menulis pengalaman tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang isinya merupakan curhatan gaya anak-anak.
“Tentu kami ucapkan terima kasih pada Inovasi sebagai mitra yang mensupport kami untuk bergerak di bidang literasi. Bahkan, saat ini juga bisa berkembang ke literasi digital melalui lomba desain poster tingkat nasional. Sehingga semakin menanamkan anak untuk cerdas berliterasi digital,” tandasnya.
Sementara Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd, mengaku sangat mendukung kreativitas dan inovasi guru untuk terus mengembangkan literasi pada anak-anak. Yang pertama dilakukan oleh para guru untuk aktif menulis, kemudian dikembangkan kepada anak bagaimana mereka tidak hanya bisa membaca namun dapat mengaplikasikan apa yang dibaca.
Bahkan, menurut Zainal, pihaknya sangat mendukung para guru penggerak Inovasi di sekolahnya untuk memiliki tekad agar siswanya yang berada di pusat kota tidak kalah dengan siswa yang ada di pelosok, seperti para siswa yang ada di pondok dan sebagainya juga telah banyak yang bisa membaca dan menulis.
Meskipun awalnya tidak mudah dalam tiga bulan pertama ternyata sudah mulai ada perubahan diawali dengan membiasakan kegiatan pada hari Senin upacara, hari Selasa membaca, hari Rabu mengaji yang juga masuk kegiatan literasi. Namun hasilnya, bukan hanya guru yang terbiasa tapi juga murid, karena sasarannya memang murid. Dan yang penting pula peran orang tua turut andil dalam mensupport anak-anaknya untuk berkembang.
“Selanjutnya dalam sembilan bulan pertama mulai ada pembinaan di kelas masing-masing sejak tahun 2018 lalu hingga awal tahun 2019 sudah mulai menulis, dengan membentuk tim penulis cilik dari kelas 3, 4, 5 dan 6 yang dinilai mampu dan aktif di Perpustakaan. Hingga akhirnya selama setahun bisa menerbitkan majalah,” jelas Zainal.
Bahkan, pihaknya sangat beruntung bisa bekerja sama dengan program Inovasi melalui para fasilitator daerah, termasuk dua orang guru yang menjadi pelopor literasi Inovasi bersama guru lain di sekolahnya.
Pada tahun 2019 sekolahnya dilakukan monitoring, bahkan dari luar negeri untuk melihat kegiatan literasi yang ada di SDN Pangarangan 3, dengan memberikan motivasi agar anak yang kurang suka membaca terus dimotivasi untuk melakukan pembiasaan membaca. Bahkan, di masa pandemi seperti saat ini siswanya tetap semangat berkreasi dan berprestasi.
“Kami juga mensupport kegiatan literasi bersama guru dan dukungan dana melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) meskipun sekian persen, namun rupanya mampu memberikan perubahan hingga meraih prestasi yang membanggakan hingga tingkat nasional,” tandasnya.
Sekedar diketahui siswa berprestasi di SDN Pangarangan 3, di antaranya Moh. Haikal Nur Wahyu Pratama siswa kelas 3 meraih Juara 1 lomba baca puisi inspiratif yang dilaksanakan penerbit Erlangga, kedua Aruna Nathya Anindiar kelas 4, Juara 1 lomba mendongeng tingkat Nasional dilaksanakan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan terbaru Aisyah Ibtisamah kelas 4, saat ini sebagai peserta lomba desain poster digital SNSC 2021. ( Ren, Fer )