News Room, Senin ( 09/01 ) Dunia pendidikan di Sumenep, perlu pembenahan yang terarah. Sebab, dilapangan masih ditemui keberadaan lembaga pendidikan minim anak didik. Seperti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bilapora Timur, Kecamatan Ganding, hanya memiliki 1 siswa dan 3 guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditambah tukang kebun 1 orang. Ironisnya, meski tidak ada aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), karena tidak ada murid, para guru dengan Kepala Sekolah tetap masuk dengan mengisi absen. Menurut Kebun SDN Bilapora Timur I, Fadlillah, jumlah siswa di lembaga pendidikan ini tiap tahun terus merosot, dan sekarang tinggal 1 orang. Namun, 2 orang guru dan Kepala Sekolah tetap datang mengisi absen. “Sebelumnya memang ada 3 siswa. Tapi, tidak tahu kenapa sekarang justru tinggal 1 orang siswa,”kata Fadlillah, di SDN Bilapora Timur I, Senin (09/01). Sekolah yang memiliki 3 lokal itu, hanya 1 lokal yang dipakai sebagai kantor sekaligus sebagai kelas dengan diberi papan tulis sebagai pembatas. Sedangkan 2 kelas lainnya, dijadikan tempat penyimpanan bangku dan kursi. “Hanya 1 lokal ini saja yang dipakai untuk mengajar pada seorang siswa tersebut,”terangnya. Sebelum terjadi kemerosotan siswa, awalnya dilokasi tersebut ada 2 sekolah yang berdekatan, yaitu SDN Bilapora Timur I dan SDN Bilapora Timur II, karena setiap tahunnya jumlah siswa terus menurun, akhirnya 2 sekolah dasar itu digabung menjadi 1, SDN Bilapora Timur I. Namun lambat laun, jumlah siswa makin merosot hingga bertambah memprihatinkan, yakni tinggal seorang siswa. Sedangkan, disekitar lokasi SD itu ada sekolah swasta setingkat SD. Para siswa pindah kelembaga pendidikan swasta tersebut. Sementara, Kepala SDN Bilapora Timur I, Moh. Imam, maupun 2 guru dilembaga pendidikan itu, tidak bisa dikonfirmasi, karena tidak ada ditempat. Padahal, para wartawan mendatangi sekolah tersebut, pada Senin (09/01) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. ( Nita, Esha )