Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-12-2007
  • 562 Kali

SDN 6 Sepanjang Sapeken Terancam Digusur

News Room, Rabu (12/12) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Sepanjang yang berada di Kecamatan Sapeken, dengan luas lahan 1.200 meter persegi, terancam digusur. Karena, Tim Monitoring dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait pembebasan lahan sekolah, dianggap menyalahi kesepakatan dengan pemilik lahan. Menurut pemilik tanah, Moh. Said, bahwa sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan satu bulan lalu dengan Tim Monitoring maupun Dinas Pendidikan, harga tanah tersebut sekitar Rp. 31.000,00 per-meter, sehingga diperkirakan total harga tanah tersebut berkisar Rp. 37.200.000,00. Namun, kenyataannya setelah Tim Monitoring turun kelapangan dengan mengecek langsung keberadaan sekolah tersebut, tanah yang dibangun lembaga pendidikan itu dihargai Rp. 10.000.000,00. Karena itu, pihaknya merasa dikecewakan oleh pihak tertentu, bahkan pihaknya menyatakan tidak terima dengan pembayaran tanah tersebut. Moh. Said menandaskan, sebagai bentuk penolakan itu, pihaknya berusaha menghadap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si untuk mengetahui kejelasan pembelian tanah tersebut. Namun, jika harga Rp. 31.000,00 per-meter tidak disetujui, maka pihaknya mengancam akan menggusur sekolah tersebut, dengan batas waktu paling lama 15 hari terhitung mulai Selasa 11 Desember 2007. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais membantah, jika pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan pembelian tidak sesuai dengan aturan. Bahkan, H. Moh. Rais menegaskan, apabila pemilik tanah melakukan penggusuran terhadap sekolah tersebut, maka akan berhadapan dengan hukum. H. Moh Rais menjelaskan, pembebasan lahan tanah tersebut akan dilakukan tanpa mengecewakan salah satu pihak, dengan berpedoman pada prosedur pembelian tanah. ( Nita, Esha )