Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-06-2011
  • 648 Kali

SDIT “Al Hidayah” Sumenep Gelar Wisuda II

News Room, Senin ( 20/06 ) Keberadaaan lembaga pendidikan harus selalu kreatif dalam melaksanakan pendidikan dalam rangka mengisi pembangunan sumber daya manusia kedepan lebih baik. Karena itu perlu juga peran dan pengawasan dari semua pihak, seperti orang tua, Komite Sekolah, dan guru yang sehari-hari mendidik siswa di sekolah. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si ketika memberikan sambutan pada Acara Wisuda Al-Qur’an Metode Ummi dan Tahfidz Juz 30 yang dilaksanakan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Hidayah di Gedung Ki Hajar Dewantara Minggu (19/06) kemarin. “Jadi, lembaga pendidikan harus terus melahirkan kreatifitas dengan tetap mengacu pada stndar nasional pendidikan yang ada,”ujarnya. Karena itu, untuk menjawab kegamangan orang tua terhadap standar nasional tentu harus menanamkan pendidikan karakter yang dimulai dari guru. Yakni dengan membiasakan diri dengan keiklasan dan kejujuran dan tidak berorientasi pada ekonomi bisnis semata. “Silahkan berkompetisi, kalau bisa tidak hanya ditingkat Kabupaten Sumenep, bisa juga ketingkat propinsi, nasional, bahkan internasional,”tambahnya. Sementara itu, Ketua Yayasan SDIT Al-Hidayah, Ribut Hidayat menjelaskan, acara Wisuda II yang mengangkat tema “Markas Lebah” yang mengibaratkan siswa yang memiliki prinsip seperti lebah, yang memakan sari bunga (nektar) dengan mengambil input yang baik dan menghasilkan kebaikan pula seperti madu. “Semoga siswa-siswi kelas VI yang saaat ini diwisuda, benar-benar memaknai prinsip lebah, sehingga hasilnya menjadikan siswa berprestasi dan berkepribadian yang baik pula,”ujarnya. Karena itu, tegas Rimbun, pihaknya berharap kepada siswa untuk terus melanjutkan perjalanan panjang menuntut ilmu, agar menjadi orang yang berguna bagi agama, keluarga, bangsa dan negara. Serta para orang tua dapat mendukung anak-anaknya untuk menjadi harapan mereka kelak. ( Ren, Esha )