News Room, Sabtu ( 25/02 ) Aksi-aksi kekerasan dan premanisme yang marak belakangan ini mendapat perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden berpendapat, aksi-aksi tersebut merupakan ekses dan bentuk penyimpangan dari reformasi. Setelah lebih dari 10 tahun reformasi, menurut SBY, selain manfaat, mulai muncul ekses dan penyimpangan dalam penggunaan kebebasan. “Terjadi ketidak tertiban sosial, aksi kekerasan, dan penggunaan hak dan kewajiban yang kelewat batas,”kata SBY, saat membuka Musyawarah Nasional IX Generasi Muda Forum Komunikasi Putera-Puteri Purnawirawan dan Putera-Puteri TNI-Polri (GM-FKPPI) tahun 2012 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kemarin (24/02). Di era reformasi dan adanya tuntutan hak asasi, lanjut SBY, beberapa hal positif bisa dirasakan. Misalnya, kebebasan berserikat dan berkumpul, kebebasan pers, dan otonomi daerah. Namun, disisi lain, solidaritas dan rasa persaudaraan melemah. “Akhir-akhir ini muncul kembali aksi kekerasan, main hakim sendiri, bahkan premanisme, dan konflik komunal maupun horizontal. Ini ekses reformasi dalam demokrasi yang kita jalankan,”urainya Presiden SBY mengajak seluruh rakyat untuk melakukan koreksi. ( JP, Esha )