News Room, Jumat ( 22/01 ) Keluhan masyarakat kepulauan yang terusik dengan kehadiran kapal-kapal porsen dari luar daerah ditanggapi serius Satuan Polisi Air (Polair) Kalianget. Karena itu, masyarakat diharapkan juga proaktif untuk melaporkan apabila ada kapal porsein yang dicurigai melakukan penangkapan ikan melanggar aturan. Kasat Polair Kalianget, AKP. Aryanto Agus Subekti ketika ditemui sejumlah wartawan tadi pagi mengugkapkan pihaknya akan selalu siap untuk menindak tegas pelaku kejahatan dilaut. Baik nelayan setempat maupun nelayan dari luar daerah, yang melakukan pelanggaran, seperti menggunakan handak, serta penangkap ikan lainnya ang dilarang seperti pukat harimau dan sejenisnya. "Kami akan selalu siap, apabila masyarakat benar-benar bisa membuktikan kapal-kapal dari luar yang diindikasi melakukan penangkapan ikan menyalahi aturan, namun kami juga berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang jelas, apakah kapal tersebut betul-betul masuk kategori melanggar aturan,"ujar Agus. Sebab, memang sempat terjadi beberapa waktu lalu, bahkan dari Polda juga melakukan penangkapan, namun ketika pada proses adminitrasi dan sebagainya di Kejaksaaan dan Pengadilan kapal tersebut legal dan memiliki surat-surat lengkap. Karena itu, pihaknya tidak ingin gegabah ketika harus melakukan penangkapan atas pengaduan masyarakat. Bahkan, pihaknya siap kapan saja masyarakat memberikan informasi dan pihaknya juga siap memberikan beberapa gambaran terhadap ciri-ciri kapal maupun alat tangkap yang tidak diperbolehkan untuk menangkap ikan. Sementara itu sebelumnya Kepala Desa Saobi Kecamatan Arjasa, Rifa'ie Rach mengaku akhir-akhir ini banyak berdatangan kapal-kapal dari luar Sumenep yang beroperasi menangkap ikan di daerah seputar kepulauan yang selama ini menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Sejak beropersinya kapal-kapal luar yang memiliki kapasitas lebih besar dari kapal nelayan setempat, penghasilan nelayan setempat merosot drastis. Dan disinyalir kapal-kapal luar itu menggunakan alat tangkap yang dilarang atau tidak selayaknya beroperasi di perairan seputar kepulauan di Sumenep. ( Ren,Esha )