Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-06-2011
  • 905 Kali

Sapi Sonok Semakin Digemari Sebagai Budaya Madura

News Room, Senin ( 13/06 ) Penggemar sapi sonok semakin hari terus meningkat, sehingga hampir setiap kesempatan kontes sapi sonok persertanya tidak hanya puluhan pasang, namun hingga ratusan pasang. Bahkan, karena rata-rata setiap pasang sapi sonok membawa kelengkapan hiburan seperti saronin, klenengan hingga sinden yang menari disamping pemandu sapi sonok. Seperti halnya yang terlihat pada kontes sapi sonok di Lapangan Jambu Kecamatan Lenteng, Minggu (12/06) kemarin dipadati sebanyak 170 pasang sapi sonok yang tidak hanya dari Kecamatan Lenteng, namun juga datang dari berbagai penjuru Desa dan Kecamatan di Sumenep. H. Yazid salah seorang emilik sapi sonok “Dayang Sumbi” mengaku senang dengan sapi sonok karena memiliki daya tarik tersendiri dibadingkan dengan sapi kerapan maupun sapi lainnya. Selain lebih penurut, pemeliharaaannya juga lebih nyaman dan menyenangkan. “Disamping itu harga sapi sonok ketika sudah memiliki daya tarik dari para pecinta sapi sonok harganya bisa berlipat-lipat dari harga sapi biasa,”ujarnya. Bahkan, tegas YAzid , akhir-akhir ini harga sapi sonok semakin meroket. Bayangkan, untuk sapi sonok yang masih muda dan bagus, harganya bisa mencapai Rp. 50 hingga Rp. 70 juta. Padahal, harga sepasang sapi anakan biasa hanya sekitar Rp. 4 hingga Rp. 5 jutaan. Meskipun diakui memelihara sapi sonok tidaklah diperlukan kesabaran dan ketelatenan serta biaya yang tidak sedikit. Untuk memperhalus bulu sapi saja, dibutuhkan jamu ramuan khusus sapi sonok, dengan campuran bahan yang harus seimbang. misalnya kelapa, kunir, bawang, gula dan sebagainya. Meskipun begitu, H. Yazid mengaku tetap senang memelihara sapi sonok yang sudah ditekuninya sejak puluhan tahun lalu. Hal itu dilakukannya dengan senang hati. Kebanggan pun muncul ketika beberapa kali sapi yang dipeliharanya berhasil menjadi priomadona kontes. “Bahkan, teskipun tergolong baru sepasang sapi sonok yang saya miliki ditawar seharga Rp. 50 juta. Itu belum ssaya berikan, sebab kemungkinan tetap ada tawaran yang lebih mahal nantinya ketika terus diikutkan kontes sapi sonok,”tambahnya. H. Yazid berharap keberadaan budaya kontes sapi sonok jangan sampai punah di Madura khususnya di Sumenep. Sebab, sapi sonok hanya ada di Madura, dan selama ini menjadi simbol Madura, termasuk kerapan sapi, yang membuat wisatawan berdecak kagum melihat kebudayaan yang tidak ada di negeri lainnya. ( Ren, Esha )