Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-05-2019
  • 2016 Kali

Santri Ponpes Ar-Raudhah, Perdalam Tahfidz Dan Praktek Jadi Imam Tarawih

Media Center, Kamis ( 09/05 ) Kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriyah di Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Raudhah Terpadu yang ada di Jalan Lingkar Barat No.08, Desa Gedungan Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep, dilaksanakan sejak awal bulan Ramadan hingga tanggal 15 Ramadan mendatang.

Ketua Yayasan Ponpes Ar-Raudhah, KH. As’adi Syarqawi, mengungkapkan, kegiatan selama Ramadan di lembaganya mengkhususkan santri untuk memperdalam Tahfidz. Bahkan, para santri mulai dari kelas SMP hingga SMA sudah dilakukan praktek hasil menghafal surat-surat panjang dalam pelaksanaan Sholat Tarawih di Masjid Ar-Raudhah.

“Mereka yang sudah berhasil menghafal siang harinya, malamnya sudah bisa praktek menjadi Imam sholat Tarawih yang bergantian setiap dua salam,” ungkap KH. As’adi, Kamis (09/05/2019).

Dikatakan, demi menyiapkan santrinya menjadi Imam yang Hafidz Al-Quran, KH. As’adi mengaku betul-betul memberikan waktu semaksimal mungkin kepada para santri untuk menghafal Al-Quran, setidaknya mulai SMP hingga lulus SMA mereka sudah hafal 30 juz. Sedangkan yang baru masuk SMA setidaknya bisa menghafal 15 juz.

Sementara itu, menurut Alumni Ponpes Nurul Yaqin Lembung Kecamatan Lenteng dan melanjutkan ke Arab Saudi, serta berguru kepada sejumlah Syekh ini, mengaku sejak berdirinya selama enam tahun Ponpes Ar-Raudhah, diharapkan akan melahirkan hafidz dan hafidzah disamping memperoleh pendidikan formal di lembaganya.

“Jadi, ketika mereka terjun di masyarakat setidaknya sudah mampu menjadi Imam dan para pemimpin di zamannya kelak,” tandasnya.

Karena itu, menurut KH. As’adi, disamping memperdalam tahfidz para santri juga dilatih beberapa amalan-amalan yang biasa dilakukan di tengah-tengah masyarakat, seperti halnya menjadi imam sholat, khotib sholat Jumat, do’a tahlil dan sebagainya. Termasuk juga praktek melaksanakan sholat Jama’, sholat Qoshar serta pelaksanaan tayammun, yang terkadang santri hanya mempelajari tanpa pernah melakukan praktek langsung. ( Ren, Esha )